Pertamina EP Limau berhasil meningkatkan produksi gas dari sumur migas eksisting yang sebelumnya sudah tidak ekonomis. Melalui pekerjaan workover Sumur L5A-309, produksi gas kini mencapai 6,7 MMSCFD dengan gas sales sebesar 3,1 MMSCFD pada Juli 2026.
Senior Manager Pertamina EP Limau Field Abdul Rachman Para Buana mengatakan capaian ini merupakan rekor gas sales tertinggi Pertamina EP Limau, bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 4.
Bahkan, menurut Abdul, angka tersebut melampaui gas sales tertinggi (peak) yang sempat dicapai pada 2024 sebesar 1 MMSCFD.
"Kontribusi pasokan gas bisa dioptimalisasi lewat sumur-sumur eksisting dengan pendekatan yang tepat. Kali ini, pendekatan dengan program recompletion berhasil untuk sumur L5A-309," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).
Workover merupakan upaya mengembalikan performa produksi sumur minyak dan gas (migas) eksisting melalui kegiatan kerja ulang. Pada Sumur L5A-309, workover dilakukan melalui program pindah lapisan (recompletion/zone change) dari layer W4 menjadi W3. Workover Sumur L5A-309 dilakukan kurang lebih dua pekan. Sumur tersebut mulai berproduksi kembali (onstream) pada pekan kedua Juli 2026.
Keberhasilan workover di Sumur L5A-309 akan menopang produksi gas di seluruh wilayah kerja Pertamina EP Limau Field. Pada 2026, perusahaan ditargetkan dapat memproduksi gas mentah sebesar 11,32 MMSCFD.
Selain mencari sumber yang baru, Pertamina EP Limau Field akan menjaga angka produksi gas dengan melakukan workover pada sumur eksisting.
"Perusahaan juga berencana menerapkan pendekatan serupa ke beberapa sumur eksisting demi dapat meningkatkan kontribusi terhadap pasokan energi nasional," ujarnya.
(hrp/fdl)