×
Ad

PSEL Bogor Olah 1.500 Ton Sampah Sehari, Ini yang Perlu Diketahui

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2026 10:44 WIB
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 mulai dilakukan. Fasilitas ini dirancang mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari dari Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan sampah yang masuk setiap hari akan diolah menjadi energi listrik. Pemerintah juga menargetkan fasilitas tersebut dapat menangani timbunan sampah lama.

"Ini yang pertama di Indonesia. Sampah yang datang setiap hari kita selesaikan melalui PSEL menjadi energi listrik. Tetapi kita tidak berhenti di sana. Sampah lama yang sudah bertahun-tahun menumpuk juga harus kita tuntaskan dengan teknologi ini. Jadi yang baru selesai, yang lama juga kita bereskan," ujarnya.

PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan menghasilkan listrik sekitar 20-30 MW. Masa konstruksi diperkirakan sekitar dua tahun dan fasilitas ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Chief Investment Officer PT Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan proyek tersebut telah melalui sejumlah tahapan sejak awal 2026, mulai dari penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) pada Maret, Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada April, hingga penetapan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Mei. Proyek kini memasuki tahap penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).

"Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia yang dilanjutkan di Bogor Raya setelah kita melaksanakannya di Kota Bekasi dan Denpasar Raya dalam dua bulan terakhir," tegasnya.

Dalam persiapan proyek, analisis karakteristik sampah menjadi salah satu tahapan yang dilakukan. Kajian tersebut mencakup kuantitas, kualitas, komposisi, nilai kalor, kadar air, kandungan tanah, logam, dan parameter teknis lainnya.

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, mengatakan data tersebut diperlukan untuk menentukan rancangan dan pengoperasian fasilitas PSEL.

"Karakteristik sampah menentukan keberhasilan proses pengolahan menjadi energi. Melalui kajian tersebut, dapat diketahui komposisi sampah, nilai kalor, kadar tanah, kandungan logam, kadar air, dan parameter teknis lainnya yang menjadi dasar dalam perancangan serta pengoperasian fasilitas. Dengan data yang tepat, risiko operasional dapat diminimalkan dan kinerja fasilitas dapat lebih optimal," jelasnya.

SUCOFINDO terlibat dalam persiapan proyek melalui Waste Analysis & Characterization (WAC) dan Land Investigation. Kajian tersebut digunakan untuk melihat karakteristik sampah sekaligus kondisi dan kesiapan lokasi pembangunan.

"Hingga saat ini, SUCOFINDO telah melaksanakan pengujian di tujuh lokasi pengembangan PSEL, yakni Bali, Bekasi, Medan, Tangerang, Yogyakarta, Semarang, dan Bogor. Melalui pengujian dan analisis yang komprehensif, kami membantu menyediakan data yang akurat terkait karakteristik sampah sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan operasional fasilitas," tambahnya.



Simak Video "Video: Keren Deh, Buah-buahan Bisa Buat Ngecas HP!"

(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork