×
Ad

Harga BBM Malaysia Naik!

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2026 18:06 WIB
Foto: prostooleh/Freepik
Jakarta -

Pemerintah Malaysia mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk bensin eceran nonsubsidi. Ketetapan ini diumumkan oleh Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) pada Rabu (16/9) kemarin.

Dikutip dari Mala Mail, harga bensin jenis RON 97 dan RON 95 akan naik sebesar 35 sen per liter untuk periode 17-23 September. Dengan demikian, harga bensin eceran RON 97 naik menjadi RM 4,85 atau sekitar Rp 21.097 (asumsi kurs Rp 4.350) per liter.

Sementara RON 95 tanpa subsidi akan naik menjadi RM 4,37 atau sekitar Rp 19.064 per liter. Kemudian untuk solar tanpa subsidi menjadi RM 5,27 atau sekitar Rp 22.930 per liter.

MOF mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi ini dilakukan menyusul tingginya harga bahan bakar global yang dipicu meningkatnya ketegangan Asia Barat di tengah konflik yang telah memasuki hari ke-200.

"Iran telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran, sementara serangan juga meluas ke Yaman dan infrastruktur energi Arab Saudi. Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz telah turun ke level satu digit setelah lonjakan serangan tersebut," tulis MOF dari Malay Mail, dikutip Jumat (18/9/2026).

"Situasi memburuk setelah serangan pesawat tak berawak memaksa penghentian sementara operasi di sepanjang Jalur Pipa Timur-Barat Arab Saudi, yang merupakan salah satu rute utama yang menghindari Selat Hormuz," tambahnya.

MOF mengatakan perkembangan ini mendorong harga minyak mentah Brent kembali di atas US$ 100 per barel, mencapai hampir US$ 110 per barel selama periode perhitungan Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM).

Pada saat yang sama, MOF menilai gangguan terhadap kapasitas penyulingan di Rusia dan kendala pasokan minyak mentah terus membatasi produksi minyak bumi olahan, menjaga margin penyulingan tetap tinggi dan memberikan tekanan ke atas pada harga minyak bumi global.

Menurut MOF, meningkatnya ketegangan di Asia Barat dan konflik Rusia-Ukraina dapat mengakibatkan volatilitas berkepanjangan pada harga minyak global. Namun Pemerintah Madani berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat dan bisnis dari dampak ketidakpastian global.

Kebijakan tersebut dijalankan melalui program subsidi BUDI Madani bagi konsumen yang memenuhi syarat. Lewat BUDI95, penerima manfaat tetap membeli RON 95 seharga RM 1,99 per liter, sementara pemerintah menanggung subsidi RM 2,38 per liter atau 54% dari harga tanpa subsidi yang mencapai RM 4,37.

Sementara itu, penerima BUDI Diesel membayar RM 2,10 per liter. Pemerintah memberikan subsidi RM 3,17 per liter atau sekitar 60% dari harga tanpa subsidi sebesar RM 5,27.

Mulai 1 September, pemerintah juga menaikkan batas subsidi bulanan BUDI95 dan BUDI Diesel menjadi 300 liter. Khusus pemilik truk pikap dan jip diesel yang memenuhi syarat, pemerintah memberikan tambahan kuota 100 liter sehingga totalnya menjadi 400 liter per bulan.

"Pemerintah Madani akan terus mengambil pendekatan yang bijaksana untuk melindungi rakyat dari fluktuasi harga sekaligus memastikan pasokan bahan bakar nasional tetap mencukupi dan aman," demikian bunyi pernyataan tersebut.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork