×
Ad

Negara G7 Gelontorkan 100 Juta Barel Minyak usai Ditekan Trump

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 03 Okt 2026 14:56 WIB
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Eli Hartman
Jakarta -

Negara Kelompok Tujuh (G7) sepakat untuk membuka keran ekspor 100 juta barel solar dan minyak dari cadangan nasional darurat mereka. Langkah ini diambil usai G7 menerima banyak tekanan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dalam sebuah pernyataan bersamanya, G7 menegaskan bahwa pelepasan cadangan solar dan minyak dari seluruh negara anggota ini akan dilakukan melalui Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA).

Untuk diketahui, G7 merupakan kelompok tujuh dari negara maju dengan ekonomi terbesar di dunia yang terdiri AS, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis.

"Dengan memperhitungkan komitmen yang telah dipenuhi, kami akan menjalankan komitmen kami melalui pelepasan terkoordinasi melalui IEA sebesar 100 juta barel," jelas G7 dalam pernyataan resmi dikutip dari Reuters, Sabtu (3/10/2026).

Pelepasan cadangan energi ini akan dilakukan segera dan berlangsung selama empat bulan ke depan. Sebagian besar pasokan solar ditargetkan sudah mulai digelontorkan ke pasar dalam waktu 20 hari.

Sayangnya, dokumen pernyataan bersama tersebut tidak memberikan rincian volume minyak mentah, solar, dan produk lainnya yang akan dilepas atau menyebutkan negara mana yang akan berpartisipasi.

"Kami akan mengadakan pertemuan dalam konteks IEA dalam beberapa hari mendatang untuk membahas kemungkinan pelepasan diesel tambahan jika diperlukan," tambah pernyataan itu.

Aksi tanggap darurat ini merupakan kelanjutan dari pelepasan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah, sebanyak 400 juta barel pada Maret lalu, yang dipicu oleh pecahnya perang Iran.

Sebelumnya, AS menekan Uni Eropa agar segera menyedot persediaan solar darurat mereka. Bahkan, dalam dua minggu terakhir Trump sempat mengancam untuk melarang ekspor solar dari AS jika Eropa enggan bertindak.

Gertakan tersebut sempat memicu kekhawatiran karena Eropa masih sangat bergantung pada pasokan solar dari AS. Jika AS menghentikan ekspor, Eropa terancam mengalami kelangkaan pasokan hingga pukulan ekonomi yang cukup telak.

Atas dasar inilah Trump menyambut baik keputusan G7 untuk melepaskan cadangan solar dan minyak darurat mereka ke pasar yang dinilai akan mempengaruhi harga energi global yang sedang memanas ini.

"Eropa baru saja setuju untuk melepaskan sejumlah besar minyak diesel yang mereka simpan dalam jumlah besar. Prosesnya akan segera dimulai," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Bahkan dalam kesempatan terpisah Trump mengaku bahwa larangan ekspor solar itu sebenarnya tidak pernah dipertimbangkan untuk dilakukan.

"Eropa memiliki banyak diesel, dan mereka akan memberikan kontribusi besar bagi dunia, begitu juga kita, dan kita tidak akan memberlakukan larangan ekspor. Kita akan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih sebelum berangkat ke Alabama.




(igo/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork