Program penggunaan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) untuk masyarakat ditargetkan jalan pada 2027. Program CNG ini sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.
Direktur Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan proyek CNG 3 kg sudah dilakukan uji coba selama satu bulan di Lemigas. Ia mengatakan, saat ini proyek itu masih dalam tahap evaluasi yang mencakup proses penggunaan CNG, mulai dari tabung hingga proses bisnisnya.
"Jadi ini nanti akan memakan waktu beberapa bulan lagi sehingga kita harapkan di 2027 sudah bisa diimplementasikan insyaallah," ujar Laode di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ia mengatakan dalam implementasi yang akan berjalan tahun depan, pemerintah menyiapkan 100 ribu tabung CNG yang akan distribusi ke masyarakat. Tabung tersebut berasal dari China.
"Kalau dalam kontrak pengadaannya itu kan minimal 100 ribu. (Kemarin dari China?) Iya itu," kata Laode.
Sebelum implementasi berjalan, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan terlebih dahulu mengumumkan terkait implementasi itu.
"Nanti yang saat implementasi, tapi mungkin sebelum implementasi akan ada pengumuman resmi dulu dari Pak Menteri ya. Kalau ini kan sampai tahap uji coba ini beliau belum mengumumkan lagi," terang Laode.
Simak Video "Video: Angkot di Sukabumi Pakai Elpiji 3 Kg, Sopir Jadi Lebih Irit"
(hrp/fdl)