ADVERTISEMENT

Sejarah Blue Bird Versi Elliana Wibowo Hingga Berujung Gugatan Rp 11 T

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 21 Agu 2022 16:00 WIB
Blue Bird pastikan menambah armada kendaraan ramah lingkungan mereka. Toyota Prius PHEV pun dipilih menjadi salah satu line up paling anyar. Penasaran?
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Nama Elliana Wibowo belakangan menjadi buah bibir di masyarakat. Hal itu terjadi karena wanita tersebut menggugat perusahaan transportasi ternama PT Blue Bird Tbk dengan nilai Rp 11 triliun.

Gugatan ini terkait sengketa saham. Elliana sendiri mengaku sebagai ahli waris dan salah satu pemegang saham perusahaan.

Persoalan sengketa saham ini memiliki hubungan dengan sejarah pendirian perusahaan. Menurut versi Elliana Wibowo, mendiang ayahnya Surjo Wibowo yang pertama kali mendirikan Blue Bird pada 1971 dengan nama PT Sewindu Taxi dari PT Semuco. Perusahaan itu mendapat izin sebagai transportasi ber-argometer dari Gubernur DKI Jakarta saat itu Ali Sadikin.

"Adanya klaim dari manajemen Blue Bird, saudara Sigit Suharto Djokosoetono dan saudara Yusuf Salman bahwa Blue Bird Group adalah milik satu keluarga saja yaitu Mutiara Djokosoetono adalah sebuah penyesatan informasi dan pembohongan publik," papar Elliana kepada wartawan di Madame Delima Cafe, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2022) lalu.

Elliana menjelaskan, Surjo Wibowo adalah seorang pengusaha terkenal dari Ponorogo dan Surabaya. Pada akhir 1940-an mereka pindah ke Jakarta dan meneruskan usaha-usahanya seperti pabrik rokok, pabrik batik, pabrik kembang api, transportasi, importir makanan, serta perhiasan.

"Almarhum Surjo Wibowo bersama istrinya, Janti Wirjanto, yang juga putri pengusaha besar dari Pekalongan, sejak 1950-an telah berkecimpung dalam bidang usaha transportasi yaitu perbengkelan, Suburban, Taxi limousine, dan mendapatkan penunjukan langsung dari Presiden Soekarno untuk melayani transportasi Asian Games tahun 1962 serta memiliki dealership mobil Eropa," kisah Elliana.

Pada 1968, kata Elliana, keluarga Mutiara Djokosoetono mendatangi kediaman Surjo Wibowo untuk menitipkan dua buah kendaraan mobil bekas karena mengetahui bahwa Surjo Wibowo merupakan pengusaha transportasi besar di Jakarta yang telah memiliki izin taksi resmi beserta pool dan segala fasilitasnya.

"Sebenarnya kala itu bisa saja keluarga Surjo Wibowo menolak permohonan dari Mutiara Djokosoetono dan keluarganya karena kami sudah punya berpuluh-puluh mobil, tapi karena keluarga mereka saat itu datang waktu hujan ke kediaman kami, keluarga Surjo Wibowo pun tidak tega langsung memberikan bantuannya kepada mereka," tutur Elliana.

Singkat cerita, keluarga Surjo Wibowo dan keluarga Mutiara Djokosoetono sepakat mendirikan perusahaan bernama PT Sewindu Taxi. Saat itu perusahaan tersebut diklaim dengan mudah mendapat pinjaman dana usaha dari beberapa bank terkemuka di Jakarta karena kredibilitas Surjo Wibowo.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT