Anwar Ibrahim Jadi PM, Bursa Saham Malaysia Menghijau

ADVERTISEMENT

Anwar Ibrahim Jadi PM, Bursa Saham Malaysia Menghijau

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 16:37 WIB
FILE - Jailed opposition icon Anwar Ibrahim reacts to supporters as he leaves a hospital in Kuala Lumpur, Malaysia, May 16, 2018. Malaysias king on Thursday, Nov. 24, 2022, named Anwar as the countrys prime minister, ending days of uncertainties after divisive general elections produced a hung Parliament. (AP Photo/Vincent Thian, File)
Anwar Ibrahim/Foto: AP Photo/Vincent Thian, File
Jakarta -

Bursa saham di Malaysia menghijau setelah pengumuman Anwar Ibrahim menjadi Perdana Menteri Malaysia. Saham-saham yang terdaftar di Malaysia memang sudah berada di zona hijau menjelang pengumuman, tetapi naik lagi tak lama setelah pengumuman tersebut dengan indeks acuan KLCI naik hingga 3%, tertinggi selama 2 tahun.

Dilansir dari CNBC, Kamis (24/11/2022), grup telekomunikasi Axiata Group Bhd termasuk yang meningkat tinggi yaitu lebih dari 7%. Lalu, disusul oleh produsen sarung tangan karet Top Glove yang naik 6%, Genting Malaysia naik 5,16% dan CIMB naik 3,45%.

Sementara itu, koalisi pemerintah yang dipimpin oleh reformis Anwar, Pakatan Harapan, perlu melakukan kompromi untuk mencapai janji kampanyenya. Hal ini untuk menenangkan kekhawatiran investor atas keinginan Perikatan Nasional mengubah Malaysia menjadi negara Islam.

"Sungguh melegakan mendapatkan kejelasan dan kepastian tentang kepemimpinan, terutama dari seseorang yang memiliki karisma dan kecenderungan untuk menjembatani perbedaan untuk membangun pemerintahan," kata Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank Ltd. di Singapura, dikutip dari Bloomberg, Kamis (24/11/2022).

"Harapannya adalah bahwa ini memang resolusi abadi dari perubahan politik yang mengganggu daripada keseimbangan yang tidak stabil," tandasnya.

Dengan naiknya Anwar Ibrahim menjadi perdana menteri diharapkan saham-saham di Malaysia dapat terus meningkat.

Simak Video 'Anwar Ibrahim: Tokoh Reformasi yang Sempat Dibui, Kini Jadi PM Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT