Startup Singapura dan Brunei Dapat Modal dari Negara, RI Bagaimana?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 18 Agu 2019 19:00 WIB
Foto: Diskusi Fintech di Senayan diisi Sri Mulyani hingga Susui Pudjiastuti (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara membandingkan pengembangan startup di Indonesia dengan negara tetangga.

Dia membandingkan kalau di Singapura dan Brunei Darussalam startup alias perusahaan rintisan diberikan modal sampingan. Bahkan sampai US$ 30 ribu modalnya.

"Kalau kita merujuk tetangga kita aja, di Singapura dan Brunei (Darussalam) itu menjadi startup kalau sudah melewati fase yang betul, itu bahkan diberi side capital oleh pemerintah kalau tidak salah itu US$ 13 atau 30 ribu," ungkap Rudiantara saat hadiri Gerakan 1000 Startup, di Istora Senayan, Minggu (18/8/2019).


Menurutnya, hal tersebut belum diterapkan di Indonesia. Pemerintah, menurutnya akan menata hal tersebut.

"Itu tambahan dari pemerintah di kita kan belum ada, di kita kan belum ada, semua bergerak semua sekarang tapi nanti akan lebih baik lagi lebih tertata lagi," kata Rudiantara.


Menurutnya, lima tahun ke depan lebih banyak startup akan bertumbuh dengan rating sukses yang meningkat. Ujungnya, unicorn bahkan decacorn akan bertambah.

"Di kabinet akan datang akan lebih banyak lagi startup dan success ratenya naik yang penting itu unicorn dan decacorn bertambah," ungkap Rudiantara.

Simak Video "Pemerintah Berniat Tambah Gaji Pekerja yang di Bawah Rp 5 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)