Boy Thohir: Gojek Nggak Boleh Lagi Bakar Duit

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2020 17:56 WIB
Bos Adaro, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir menjadi salah satu komisaris Grup Gojek. Begini gayanya saat memakai jaket Gojek.
Garibaldi 'Boy' Thohir. Foto: gojek
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) belum berakhir. Banyak sektor terdampak pandemi dan akhirnya harus setop sementara bahkan sampai ada yang berhenti total.

Banyak perusahaan sudah tidak lagi bisa business as usual di tengah situasi yang abnormal seperti sekarang ini. Gojek menjadi salah satu perusahaan yang juga ikut terdampak pandemi corona.

Komisaris Gojek Garibaldi Thohir mengakui 2020 ini merupakan tahun yang berat dan penuh tantangan untuk Gojek. Maka dari itu, pria yang akrab disapa Boy ini meminta manajemen Gojek untuk tidak berbisnis seperti biasa.

"Kondisi sekarang ini, bagi Gojek yang baru berusia beberapa sekian tahun ini jadi tahun yang paling berat. Lebih berat lagi untuk driver-driver. Dalam kondisi sekarang ini, ingat kata pepatah 'Lebih Baik Beruntung, daripada Ganteng'. Ini penting," kata Boy saat silaturahmi virtual bersama media, Selasa (12/5/2020).

Maksud pepatah itu, kata Boy, ibarat mau mencari jodoh jangan cari yang ganteng tapi cari yang beruntung yang bisa punya penghasilan bagus. Nah, hal ini juga berlaku saat krisis.

Perusahaan tidak perlu pencitraan dan terlihat mentereng di mata publik, yang penting bisa menghasilkan omzet dan bertahan hidup demi kelangsungan bersama.

Untungnya, lanjut Boy, Gojek sempat dapat pendanaan sebesar US$ 1,2 miliar sebelum pandemi Corona dimulai. Pemilik PT Adaro Energy Tbk (ADRO) ini minta Gojek memanfaatkan modal sebesar itu dengan baik di tengah pandemi ini.


"Pertama, dengan modal itu ke depan Gojek diharapkan bisa survive. Kedua, dengan kejadian sekarang, saya bilang tidak ada lain tidak ada bukan yang dilakukan Adaro harus diterapkan di Gojek, harus ada efisiensi di sana-sini. Kalau sekarang masih bakar-bakar uang itu sudah nggak bisa lagi. Kondisi lagi sulit," kata kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir ini.

"Hanya orang tidak normal yang masih mau bakar duit di kondisi sekarang. Kita sudah lihat di luar negeri semua kondisi berat. Model bisnisnya di satu sisi harus diubah, back to basic. Bisnis adalah how to make money, bukan how to burn money," kata Boy.

Selanjutnya
Halaman
1 2