Berita Terpopuler Sepekan

Ngeri! Uang Rp 29 T di Perusahaan Digital Ini Hilang Tanpa Jejak

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 28 Jun 2020 20:15 WIB
Dana 1,9 Miliar Euro Hilang di Asia, Saham Wirecard Anjlok Sampai 90 Persen
Foto: DW (News)
Jakarta -

Platform pembayaran digital asal Jerman, Wirecard kehilangan uang bernilai seperempat dari aset perusahaan, tepatnya US$ 2,1 miliar atau setara dengan Rp 29,61 triliun (kurs Rp 14.100/US$).

Akibat kasus tersebut, CEO Wirecard Markus Braun mengundurkan diri setelah auditor EY mengatakan uang tunai yang nilainya setara seperempat dari aset perusahaan tidak dapat ditemukan. Sebelum berhenti, Braun mengklaim bahwa perusahaan telah menjadi korban penipuan besar-besaran.

Pencarian untuk dana yang hilang telah difokuskan pada Filipina, tetapi Bank Sentral Filipina mengatakan tidak ada uang masuk ke negara itu, setelah Bank Kepulauan Filipina (BPI) dan BDO Unibank mengatakan dokumen yang menunjukkan bahwa Wirecard telah menyetor dana ke mereka adalah palsu. Kedua bank besar di Filipina ini mengatakan Wirecard bukan klien mereka.

Wirecard masih berusaha keras untuk mencari uang untuk menjaga para kreditur tidak terlibat masalah lebih jauh. Wirecard mengatakan bahwa mereka telah menyewa bank investasi Houlihan Lokey untuk datang dengan strategi pembiayaan baru.

Dilansir CNN, Selasa (23/6/2020), skandal ini telah membuat saham Wirecard (WCAGY) jatuh pada awal perdagangan hari Senin. Saham telah anjlok lebih dari 85% selama tiga sesi perdagangan dan menghapus nilai pasar US$ 12,5 miliar.

Pada hari Senin, perusahaan menarik laporan neraca tahun 2019, kuartal I-2020 dan perkiraan laba untuk tahun 2020. Perusahaan menilai bahwa hasil keuangan dari tahun-tahun sebelumnya kemungkinan dapat terpengaruh.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "adv sino fintech"
[Gambas:Video 20detik]