Utang Pinjol Jadi Favorit saat Pandemi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 12:12 WIB
pinjam online
Foto: Pinjam Online (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat angka pembiayaan pinjaman di fintech peer to peer lending (P2P) atau pinjaman online (Pinjol) naik meskipun di tengah pandemi COVID-19.

Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Sukarela Batunanggar mengatakan hingga akhir Juni 2020 pembiayaan melalui fintech mencapai Rp 113,46 triliun dengan jumlah peminjam 25,76 juta. Dia menyebut perkembangan ini diharapkan bisa mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

"Saya optimis ini akan memberikan nilai tambah dan kemandirian ekonomi bagi masyarakat. Saya berharap Tuhan Yang Maha Kuasa akan mendukung," kata dia dalam diskusi online, Senin (24/8/2020).

Dia mengatakan paruh pertama 2020 sudah terdapat 158 entitas fintech P2P lending yang legal, terdiri dari 33 perusahaan dengan status berizin dan 125 berstatus terdaftar. Jumlahnya berkurang dari data awal Juni 2020, dengan catatan fintech sebanyak 161 entitas.

Sebelumnya OJK telah mencabut tanda terdaftar dari tiga perusahaan fintech peer-to-peer atau P2P lending karena ketiganya tidak mengajukan permohonan perizinan setelah satu tahun terdaftar.

Ke depannya dirinya berharap pembiayaan fintech dapat mendorong perekonomian di masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan sehingga dapat mendorong inklusi keuangan ke depan.



Simak Video "Pelaku Penipuan Pinjaman Online di Kendari Diringkus!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)