Tak Banyak yang Tahu, Ini Penyebab Harga Bitcoin Naik-turun

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 29 Nov 2020 16:15 WIB
Bitcoin Tycoon
Foto: Steam
Jakarta -

Bukan rahasia umum bila harga bitcoin kerap naik-turun bak rollercoaster. Meski sudah ditemukan sejak 2008, Bitcoin baru benar-benar mulai lepas landas pada 2013. Mata uang digital itu memulai perdagangan tahun tersebut sekitar US$ 13,50 per bitcoin. Harga naik pada awal April 2013.

Melansir Investopedia, Minggu (29/11/2020), harga Bitcoin sempat melambung mencapai lebih dari US$ 220 sebelum turun kembali ke sekitar US$ 70 pada pertengahan April. Ini adalah reli nyata pertama dan kejatuhan untuk mata uang tersebut.

Bitcoin mulai rally pada bulan Oktober dan November 2013. Mata uang tersebut diperdagangkan sekitar US$ 100 pada awal Oktober dan mencapai puncaknya pada sekitar US$ 195 pada akhir bulan. Pada bulan November, harga berubah dari sekitar US$ 200 menjadi lebih dari US$ 1.075 pada akhir bulan.

Reli tersebut disebabkan oleh pertukaran bitcoin baru dan penambang di China memasuki pasar. Ini adalah periode yang sama ketika Mt. Bursa Gox sedang beroperasi. Mt. Gox terlibat sekitar 70% dari semua transaksi bitcoin.

Harga mulai menjadi sangat tidak stabil setelah mencapai level tertingginya. Desas-desus tentang kurangnya keamanan melalui Mt. Gox, serta manajemen yang buruk membuat pasar gelisah. Kemudian orang-orang mengalami masalah saat menarik uang mereka dari bursa.

Harga mencapai level tertinggi US$ 1.079 pada 4 Desember 2013 dan turun menjadi sekitar US$ 760 pada 7 Desember, turun sekitar 29% selama beberapa hari.

Perdagangan stabil sampai taraf tertentu dan nilainya menjadi sekitar US$ 920 pada Januari 2014. Namun, ada kemerosotan besar lainnya di awal Februari, disaat Mt. Bursa Gox mengajukan perlindungan kebangkrutan di Jepang.

Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$ 850 pada 4 Februari, tetapi turun menjadi sekitar US$ 580 pada 16 Februari, penurunan sekitar 32%. Harga kemudian jatuh dan penurunannya lebih lambat dan lebih bertahap.

Mata uang tersebut diperdagangkan sekitar US$ 600 pada pertengahan Juli 2014. Ini terkikis menjadi sekitar US$ 315 pada awal 2015.

Harganya stabil sampai batas tertentu selama musim panas 2015. Namun, awal November terjadi lonjakan besar lainnya. Mata uang berubah dari sekitar US$ 275 pada 23 Oktober menjadi sekitar US$ 460 pada 4 November di bursa tertentu.

Mata uang ini cukup laku dan diperdagangkan sekitar US$ 360 pada akhir November 2015. Selama tahun 2016 Bitcoin terus meningkat, menembus US$ 1.000 pada awal 2017.

(toy/dna)