Ada Bahagia dan Sedih di Balik Harga Bitcoin yang Menggila

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 15 Feb 2021 10:56 WIB
Penambangan Bitcoin
Foto: Next Shark
Jakarta -

Harga bitcoin terus mengalami peningkatan. Dikutip dari bitcoin.com telah mencapai US$ 47.234 per keping atau setara dengan Rp 661,2 juta dengan asumsi kurs Rp 14.000.

CEO CoinfFlip Danliel Polotsky mengungkapkan memang bitcoin merupakan aset yang tidak stabil. Tapi untuk pemilik bitcoin yang sudah membeli sejak lama bisa mendatangkan keuntungan yang luar biasa.

Dia menyebutkan misalnya membeli bitcoin saat diluncurkan yaitu 2009 lalu. Maka saat ini bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. "Ini adalah aset yang kinerjanya baik dalam satu dekade terakhir," kata dia dikutip dari CNBC Internasional, Senin (15/2/2021).

CNBC juga mencontohkan jika pada Oktober 2010 membeli bitcoin dengan harga 10 sen dan US$ 100 maka saat ini bisa mendapatkan keuntungan setara dengan 1.000 bitcoin.

Pada Kamis pekan lalu, 1.000 bitcoin bernilai lebih dari US$ 48 juta. Bitcoin memang membutuhkan waktu yang lama dan juga risiko harga yang tidak stabil.

Tak hanya cerita keuntungan yang diraih. Ada juga kerugian besar yang dialami pemilik bitcoin. Salah satu pemilik bitcoin menceritakan sangat kesulitan untuk mengonversikan nilai aset bitcoin agar menjadi uang. Kadang karena masalah teknis seperti lupa kata sandi ke dompet digital.

Bitcoin memang menjadi salah satu cryptocurrency yang paling tenar di dunia. Apalagi awal pekan lalu, Mastercard mengumumkan cryptocurrency bisa berada di jaringan mereka.

Selanjutnya Tesla juga telah mengumumkan jika mereka telah membeli US$ 1,5 miliar bitcoin dan akan menggunakan mata uang tersebut untuk pembayaran.

CEO Galaxy Digital dan bull cryptocurrency Mike Novogratz mengungkapkan jika harga bitcoin akan terus bergerak. Akhir tahun ini bitcoin disebut-sebut bisa mencapai US$ 55.000 atau US$ 60.000 dan bisa menggeser posisi emas.

(kil/fdl)