Apple Pay Kini Dukung Transaksi Bitcoin

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 08:35 WIB
SAN FRANCISCO, CA - OCTOBER 20:  The Apple Pay logo is displayed in a mobile kiosk sponsored by Visa and Wells Fargo to demonstrate the new Apple Pay mobile payment system on October 20, 2014 in San Francisco City. Apples Apple Pay mobile payment system launched today at select banks and retail outlets. (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: Gettyimages - Justin Sullivan
Jakarta -

Benci menjadi cinta, beginilah gambaran hubungan Apple dengan bitcoin. Apple pada akhirnya menganggap cryptocurrency bukan sesuatu yang secara realistis dapat dihindari atau diabaikan.

Baru-baru ini, pengguna dapat menggunakan Apple Pay untuk melakukan pembayaran bitcoin dan mata uang kripto lainya. Hal ini diumumkan oleh BitPay melalui keterangannya. BitPay adalah dompet digital yang dapat digunakan bersama dengan Apple Pay dan aplikasi Apple Wallet.

"Kami memiliki ribuan pelanggan aplikasi BitPay Wallet yang menggunakan kartu BitPay yang selalu mencari tempat baru dan cara baru untuk menggunakan kripto mereka," kata CEO BitPay, Stephen Pair dikutip dari bgr.com, Selasa (16/2/2021).

"Menambahkan Apple Pay, dan dalam waktu dekat Google serta Samsung Pay akan membuat pengguna Kartu BitPay menjadi mudah dan nyaman di lebih banyak tempat," tambahnya.

Aplikasi BitPay Wallet mendukung dan memberikan opsi untuk membeli dan menyimpan uang digital, serta melakukan pembayaran online. Pengguna bisa langsung membeli kartu hadiah dari ratusan pengecer teratas di toko maupun secara online.

Kartu BitPay memungkinkan pelanggannya untuk secara cepat mengubah uang digital menjadi mata uang fiat, yang kemudian dimuat ke dalam kartu dan dapat digunakan di debit Mastercard mana saja dan diterima di seluruh dunia.

BitPay sendiri mendukung penggunaan uang digital seperti bitcoin, bitcoin Cash, Ether, serta stablecoin yang dipatok 4 dolar, USDC, GUSD, PAX, dan BUSD.

Pengguna iOS sekarang dapat menggunakan Apple Pay untuk pembayaran bitcoin. Namun demikian, uang kripto tidak benar-benar menggantikan bentuk pembayaran tradisional seperti yang diantisipasi banyak orang dalam beberapa tahun yang lalu.

(hek/ara)