Semua Gara-gara Tesla

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 11:46 WIB
CORTE MADERA, CA - AUGUST 02:  The Tesla logo appears on a brand new Tesla Model S on August 2, 2017 in Corte Madera, California. Tesla will report second-quarter earnings today after the closing bell.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta -

Harga bitcoin tembus Rp 700,96 juta per keping atau US$ 49.714. Bitcoin semakin populer dan harganya terus melonjak. Salah satunya dipicu oleh Tesla Inc yang memborong uang kripto ini senilai US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21 triliun (kurs Rp 14.000).

Tesla dan MicroStrategy menjadi perusahaan yang membuka peluang bitcoin sebagai alat pembayaran bagi pelanggan yang ingin membeli produknya. Bahkan Twitter juga ikut mempertimbangkan bitcoin dan uang digital lainnya sebagai alat pembayaran.

"Kami telah melakukan banyak pemikiran untuk mempertimbangkan bagaimana kami dapat membayar karyawan jika mereka meminta untuk dibayar dalam bitcoin, bagaimana kami dapat membayar vendor jika mereka meminta untuk dibayar dalam bitcoin, kata CFO Twitter Ned Segal seperti yang dikutip dari CNN, Selasa (16/2/2021).

CEO Visa, Al Kelly mencatat ada minat yang tinggi pada mata uang digital. Dia menilai bitcoin dan mata uang digital ini seperti 'emas digital'. Bahkan dia mengatakan aksi borong bitcoin yang dilakukan Tesla membuat lebih banyak perusahaan mempertimbangkan untuk membeli bitcoin. Hanya saja itu baru sebatas kemungkinan.

Melihat fenomena tersebut, analis dan pedagang terkemuka mempertanyakan perusahaan besar mana yang akan mengambil risiko membeli bitcoin dan masuk ke dalam neraca perusahaan.

CEO GM, Mary Barra mengatakan perusahaannya belum memiliki rencana untuk membeli bitcoin seperti Tesla.

"Kami tidak memiliki rencana untuk berinvestasi dalam bitcoin, jadi berhenti lah di sana," kata Barra.

Namun demikian, pihaknya tetap membuka peluang bagi pelanggan yang suatu hari nanti bisa membeli kendaraan seperti Chevrolets, Buicks atau Cadillacs dengan uang kripto. Sama seperti rencana Tesla yang membiarkan pelanggannya menggunakan bitcoin untuk membeli mobil dan truk listrik.

"Ini adalah sesuatu yang akan kami pantau dan akan kami evaluasi. Dan jika ada permintaan pelanggan yang kuat di masa depan, tidak ada yang menghalangi kami untuk melakukan itu," tambah Barra.

Baru-baru ini Apple menganggap uang kripto merupakan hal yang tidak bisa dihindari atau diabaikan. Apple mendukung transaksi pembayaran bitcoin dan mata uang digital lainnya melalui Apple Pay. Hal ini diumumkan oleh BitPay melalui keterangannya.

Saksikan juga 'Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/ara)