Perjalanan Bitcoin dari Rp 45.000 hingga Kini Tembus Rp 684 juta

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 13:29 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Bitcoin merupakan cryptocurrency dengan nilai paling tinggi di antara mata uang kripto lainnya. Bayangkan saat ini harganya setara 1 rumah.

Bitcoin memang memiliki pergerakan harga yang sangat signifikan. Sebab sekitar 9 tahun yang lalu harga Bitcoin masih sekitar Rp 45 ribu.

Menurut catatan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) harga Bitcoin pada 2012 sekitar US$ 5-7. Jika dikalikan kurs saat itu sekitar Rp 9.000 maka harga 1 Bitcoin sekitar Rp 45.000-63.000.

Sementara per 15 Februari 2021, harga Bitcoin mencapai US$ 48.149. Menurut perhitungan Bappebti dirupiahkan sekitar Rp 684 juta.

"Ini lah yang membuat masyarakat tertarik. Harga 1 Bitcoin dalam nilai rupiah telah mencapai Rp 684 juta, bayangkan itu. Ini harganya sudah hampir sama dengan harga 1 unit rumah. Hati-hati makanya, hati-hati," kata Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Sahudi dalam webinar, Kamis (18/2/2021).

Pada 2013 harga Bitcoin naik dalam rentang US$ 10-US$ 300. Lalu di 2014 naik lagi menjadi US$ 700 meskipun di akhir tahun juga turun lagi ke posisi US$ 300.

Pada 2015 kembali turun ke US$ 200 dan di akhir 2015 kembali naik ke posisi US$ 420 per coin.

Di 2016-2017 harga Bitcoin melambung tinggi ke posisi US$ 9.556. Bahkan di akhir 2017 sempat menyentuh level US$ 20.000.

Sementara di 2018 Bitcoin turun drastis dari posisi US$ 13.657 ke posisi US$ 3.742 di akhir tahunnya. Kemudian di 2019 mulai kembali merangkak naik dari US$ 3.843 ke posisi US$ 7.193 per coin.

Kenaikan drastis kembali terjadi di 2020 dari awal tahun di posisi US$ 8.440 naik menjadi US$ 29.001 di akhir 2020. Kenaikan pun berlanjut hingga 2021 berada di posisi US$ 48.149, naik hampir 2 kali lipat.

Pergerakan Bitcoin layaknya roller coaster, naik turun sangat drastis. Oleh karena itu Sahudi menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergiur dan tetap berhati-hati.

"Bisa saja ke depan harga aset kripto ini turun. Mungkin ini saatnya yang tepat melakukan aksi jual," tutupnya.

Lihat Video: Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)