Mengintip Peluang Merger OVO dan DANA

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 08:00 WIB
Ilustrasi OVO
Foto: Vanita Dewi Prastiwi
Jakarta -

Peluang merger OVO dan DANA disebut-sebut semakin terbuka lebar. Apalagi setelah baru-baru ini muncul kabar Grab Holdings Inc. membeli saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek). Grab dikabarkan memborong sebanyak 4,6% saham Emtek lewat H Holdings Inc. atau dengan nilai mencapai Rp 4 triliun.

Sebagai latar belakang, Emtek merupakan pemegang saham DANA. Sedangkan, Grab merupakan pemegang saham OVO.

Menurut Pengamat Ekonomi Digital dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda justru dengan aksi borong saham itu peluang merger kedua dompet digital tersebut semakin terbuka lebar.

"Grab itu punya saham di OVO, terus Emtek punya saham di DANA itu otomatis bisa mempercepat proses merger OVO dan DANA," ujar Nailul kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

Merger kedua dompet digital itu diyakini terwujud sebab keduanya punya pesaing yang sama yaitu Gopay dari Gojek, LinkAja dari BUMN, ditambah ShopeePay dari Shopee.

Tak hanya membuka peluang merger OVO dan DANA, sebelum itu, mungkin yang bakal terjadi adalah merger Grab dengan Bukalapak. Sebab, Gojek yang merupakan saingan Grab kini tengah merambah juga ke dunia e-commerce lewat kabar merger dengan Tokopedia.

Biar tak ketinggalan, Grab lama-kelamaan diyakini pasti akan terdorong dengan merger bersama Bukalapak yang sebagian sahamnya juga dipegang oleh Emtek.

Apalagi, fitur dompet digital utama di Bukalapak sendiri adalah DANA. Bila ingin memperluas pangsa pasarnya di dompet digital, merger dengan Bukalapak berpotensi terwujud sekaligus merger OVO dan DANA tadi.

"Grab ini kan pesaingnya itu kan Gojek, Gojek itu baru melakukan merger sama Tokopedia, Grab (nanti) sama Bukalapak, tujuannya sama bersaing dengan Shopee, untuk bersaing mereka butuh pendanaan, mereka butuh valuasi yang lebih tinggi, makanya mereka merger," ungkapnya.

Nailul menjelaskan kenapa para perusahaan yang bergerak di dunia digital ini lama kelamaan harus melakukan merger. Sebab, karakter para pelanggan saat ini cenderung lebih memilih satu aplikasi yang multiplatform atau serba ada. Untuk bisa memenangkan pangsa pasar, tentu para startup tadi wajib melakukan penyesuaian salah satunya lewat aksi-aksi merger.

Meskipun Manajemen Emtek telah membantah isu merger OVO dan DANA, menurut Nailul itu hanya cara perusahaan menutupi rencana mereka. Ujung-ujungnya ia yakin merger itu akan terwujud.

"Ya mereka pasti bilang spekulasi saja, karena belum ada pernyataan resmi, namun saya rasa ke depannya praktik merger akuisisi ini itu sangat gencar dilakukan oleh perusahaan digital, tidak menutup kemungkinan OVO dan DANA tadi, karena isu ini dah lama juga kan beredar, saya rasa ke depan itu terjadi untuk memperbesar pangsa pasar," imbuhnya.

Merger OVO-DANA bisa jadi raksasa. Cek di halaman berikutnya.