Alih-alih Lindungi Investor, Bursa Kripto Diramal Cuma Jadi Kasino

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 14:35 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he just felt like being part of history. The ATM, named Robocoin, allows users to buy or sell the digital currency known as bitcoins. Once only used for black market sales on the internet, bitcoins are starting to be accepted at a growing number of businesses. (Photo by David Ryder/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Kementerian Perdagangan telah menyatakan akan membuat bursa khusus menaungi perdagangan cryptocurrency di Indonesia. Namun niatan pemerintah itu justru dipandang hanya akan membuat kasino atau tempat judi baru.

Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee menjelaskan, salah satu alasan pemerintah berencana membuat bursa kripto adalah banyaknya investor di pasar tersebut.

"Jadi kalau dilarang takutnya mereka nanti transaksi di luar negeri. Sehingga ada devisa yang keluar, jadi biarkan saja. Tapi kan ini ada ideologi, yang lebih besar masalahnya dari pada itu," terangnya kepada detikcom, Selasa (25/5/2021).

Hans menjelaskan, lembaga bursa dibentuk seharusnya hanya menaungi instrumen investasi yang memiliki underlying asset. Sementara kripto tidak memiliki underlying apapun.

Menurutnya fundamental uang kripto baru akan terbentuk jika sudah diterima oleh banyak negara sebagai alat transaksi. Selama belum ada yang menerima maka pergerakan kripto tidak ada yang mendasari atau 100% spekulasi.

"Ya memang pasarnya ramai, investornya juga besar, yang transaksi juga besar. Tapi gini, bursa itu menaungi produk yang underlying-nya jelas. Dan harus kita sadari sebetulnya yang untung hanya segelintir orang, yang sudah main lama. Tapi yang akan rugi adalah orang-orang yang baru masuk, itu yang kasihan," tuturnya.

Jika suatu instrumen investasi tidak memiliki fundamental maka yang menggerakan hanya supply & demand berdasarkan psikologis pelaku pasarnya saja. Artinya tidak ada yang pasti dalam pergerakan harganya, seperti berjudi. Oleh karena itu menurut Hans bursa kripto hanya menyediakan tempat berjudi saja.

"Misalnya saya beli aset kripto, habis itu saya berdoa mudah-mudahan ada orang yang lebih bodoh dari saya untuk membeli kripto ini sehingga harganya naik. Karena ini nggak ada fundamental value. Kalau posisi seperti itu bikin bursanya sama seperti kita buat kasino untuk berjudi. Ini yang tentu kita sedikit prihatin, karena banyak orang Indonesia yang uangnya ada tapi kemampuan keuangannya relatif terbatas," tuturnya.

Sementara Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai kebebasan pasar kripto membuat pergerakan harganya sangat sulit diprediksi. Tidak ada batas yang bisa diperkirakan sampai kapan harganya naik, atau sampai seberapa dalam harganya akan turun.

Hanya mereka yang memiliki uang yang banyak yang bisa mengatur pasar. Menurutnya pasar seperti sangat berbahaya.

"Ya bahaya kalau seperti itu. Tapi definisi bahaya bagi setiap orang berbeda-beda, ada yang menganggap itu sebagai peluang. Tapi ya ini lebih kepada spekulasi. Kalau spekulasi kan membuat kita nggak tenang," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan pemerintah melihat adanya peluang pemasukan negara dalam data transaksi perdagangan kripto yang mencapai Rp 1,7 triliun per hari. Oleh karena itu, Kemendag semakin serius untuk membuat bursa khusus perdagangan uang kripto.

"Kalau Rp 1,7 triliun per hari, 1 tahun berapa? Kita bisa melihat ada pemasukan dari situ. Oleh karena itu rencananya Kemendag akan membuat bursa untuk kripto," tegasnya dalam acara d'Rooftalk, Selasa malam (18/5/2021).

Dengan membuat bursa khusus kripto, menurut Jerry perdagangan nantinya akan lebih lebih baik dan transparan karena akan ada regulasi yang jelas. Selain itu lembaga bursa yang dibentuk juga bisa menjadi wadah bagi pelaku yang mencari pertanggung jawaban.

Ada 3 hal yang menurutnya bermanfaat dari bursa kripto nantinya. Pertama memudahkan para pelaku, kedua regulasi dan peraturan akan lebih jelas, ketiga bermanfaat untuk menambah pemasukan negara.

"Dan kalau memang sudah establish, ini akan menjadi bursa kripto pertama di dunia yang diregulasi oleh pemerintah," tambahnya.

Selain membentuk bursa, Kemendag juga akan membuat lembaga kliring khusus kripto. Fungsinya untuk menyimpan dana pelanggan. Rencananya 70% akan disimpan di lembaga kliring, sisanya di penyelenggara perdagangan kripto.

"Lalu kita punya pengelola tempat penyimpan aset kripto yang berfungsi sebagai lembaga penyimpan aset, yang nanti minimal 50% dari aset kripto ditransaksikan dan di pedagang 50% juga. Ini semua saya pikir salah satu instrumen kita untuk memastikan bahwa itu aman," tutupnya.

(das/dna)