Ambyar, Investor Kabur! Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terendah

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 31 Mei 2021 09:53 WIB
Motherboards are pictured in Bitminer Factory in Florence, Italy, April 6, 2018. Picture taken April 6, 2018. REUTERS/Alessandro Bianchi
Foto: Reuters
Jakarta -

Para investor ramai-ramai melepas aset kripto pada Mei ini. Hal itu menyebabkan harga bitcoin mengalami penurunan harga terburuk selama hampir 10 tahun terakhir secara bulanan.

Dilansir dari CNN, Senin (31/5/2021), harga bitcoin turun 8% pada perdagangan Jumat (28/5). Secara akumulasi bulanan pada Mei ini, bitcoin telah anjlok sekitar 36% dan menjadi yang terburuk sejak September 2011.

Setelah menyentuh harga US$ 64.000 atau setara Rp 915,2 juta (kurs Rp 14.300/US$) dan mencetak rekor tertinggi (all-time high) pada April lalu, secara beruntun berbagai berita buruk menggerus harga bitcoin hingga akhir Mei. Pada perdagangan Minggu (30/5), harga bitcoin merosot 4,23% di US$ 33.717,9 atau setara dengan Rp 482 juta per koin.

Awalnya CEO Tesla Elon Musk lewat akun Twitter-nya menyatakan tidak lagi menerima jual beli mobil Tesla dengan bitcoin. Alasannya karena dia khawatir penambangan uang kripto akan berdampak buruk terhadap lingkungan.

Walau Musk mulai melunak setelah bertemu dengan pendiri MycroStrategy Muchael Saylor, namun kabar buruk juga datang dari China dan pemerintah Amerika Serikat (AS). Diketahui, pemerintahan Xi Jinping melarang lembaga keuangan di negaranya melayani transaksi cryptocurrency.

Selain itu, pemerintahan Presiden AS Joe Biden juga mengumumkan pengetatan pelaporan transaksi aset kripto. Kementerian Keuangan AS menyatakan bakal memberlakukan pajak berat dalam transaksi bitcoin.

Mei 2021 menjadi bulan yang berat untuk berbagai investor kripto. Tak hanya bitcoin, aset lainnya seperti binance coin, XRP, dan polkadot juga mengalami penurunan tajam bulan ini.

Sedangkan ethereum, koin kedua terbesar setelah bitcoin, menjadi tulang punggung aset kripto dan hanya mengalami koreksi sebanyak 6%. Koin lain yang disebut sebagai koin stabil seperti tether dan USD coin terbukti tidak mengecewakan dengan performa relatif datar selama Mei ini.

"Mudah kalau menjadi investor kripto, tapi sangat sulit sebagai trader kripto. Volatilitas sangat tinggi dan bisa menghancurkan dengan sangat mudah," kata CEO Blockchain.com, Peter Smith.

Lihat juga video 'Godaan Cuan Investasi Kripto':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/fdl)