Amit-amit! Jangan Sampai Terjebak Pinjol Ilegal, Cek Dulu Daftarnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 23 Jun 2021 17:49 WIB
Pinjam Online Abal-abal
Foto: Pinjam Online Abal-abal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Pinjaman online ilegal saat ini masih bergentayangan mencari mangsa. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat untuk tidak terjebak dengan pembiayaan dari fintech atau pinjaman online ilegal yang sebenarnya rentenir online.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan OJK telah gencar melakukan upaya melindungi masyarakat dari aksi perusahaan financial technology (fintech) atau pinjol ilegal.

"Upaya OJK disatu sisi patut diapresiasi karena dalam beberapa tahun terakhir, OJK gencar melakukan penutupan aplikasi pinjol ilegal bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika," kata Bhima, Rabu (23/6/2021).

Memang, OJK telah aktif menggelar sosialisasi, edukasi, membuka nomor pengaduan masyarakat, menyediakan fasilitas cek legalitas pinjol ke Kontak 157, serta memperbaharui daftar fintech terdaftar dan berizin secara berkala. OJK melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) juga telah memblokir 3.193 pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat per awal Juni 2021.

Menurut Bhima dari sisi nilai, transaksi pinjol memang belum signifikan dampaknya ke sistem keuangan nasional, tetapi perlu segera diatasi karena menyasar segmen mikro, terutama di pedesaan yang literasi keuangannya rendah, sehingga bisa menambah penduduk miskin baru.

"Pinjol ilegal ini menjadi kanibal dari pinjaman lembaga keuangan formal, tetapi di sisi lain menjebak nasabahnya. Pinjol ilegal ini menggarap segmen mikro koperasi dan BPR, tetapi ini lebih menjebak, sehingga perlu ditangani lebih cepat," ujar dia.

Namun, di sisi lain,Bhima mengemukakan Pemerintah memang menghadapi tantangan sulitnya mengatasi pinjol ilegal karena cepatnya pemain berganti nama ketika diblokir. Setelah berganti nama, perusahaan masih beroperasi dengan korban baru.

Lanjut halaman berikutnya.