Begini Cara Fintech Lending Syariah Bertahan di Tengah Pandemi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 17:47 WIB
Fintech
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

Di masa pandemi pelaku usaha harus memiliki strategi untuk berkembang. Misalnya dengan mensinergikan teknologi, kolaborasi lintas sektor hingga proyeksi bisnis.

Berkolaborasi maksudnya mencari mitra atau rekanan untuk mengembangkan usaha. Contohnya perusahaan peer to peer lending syariah berbasis teknologi ALAMI menjalin kerja sama dengan dua perusahaan rintisan logistik, shipper dan ritase dalam bentuk pembiayaan para vendor kedua perusahaan. Nah klien mereka sebagian besar adalah pelaku UMKM dalam pengiriman jasa transportasi logistik.

Periode awal September 2021 ini ALAMI mencatat akumulasi pembiayaan sebesar Rp 1 triliun. Kemudian non performing financing (NPF) di level 0% atau di industri P2P lending diukur dengan Tingkat Keberhasilan Pembayaran lebih dari 90 hari (TKB90) di level 100%.

Kinerja ALAMI yang dikatakan meroket bahkan di tengah situasi pandemi dan resesi ekonomi nasional adalah buah keberhasilan dari penggabungan strategi antara teknologi, kolaborasi lintas sektor, proyeksi industri dan bisnis.

Strategi ini tidak hanya diarahkan untuk mencapai keberhasilan dari segi bisnis, namun juga ditargetkan kepada bidang-bidang industri yang diproyeksikan dapat membawa dampak positif atau sustainability kepada masyarakat luas, di antaranya adalah industri pangan, kesehatan dan logistik.

Di bidang kesehatan, ALAMI bermitra dengan Impact Credit Solutions ("ICS"), menandatangani kerjasama pembiayaan syariah (mudharabah) senilai total US$ 20 juta (Rp 290 miliar) untuk menyediakan pembiayaan yang terjangkau untuk sektor kesehatan Indonesia. US$ 3,3 juta (Rp 47 miliar) di antaranya telah dicairkan pada tahap percontohan.

Fasilitas dari ICS ini didukung oleh U.S. International Development Finance Corporation ("DFC"), U.S. Agency for International Development ("USAID"), dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Pemerintah Australia ("DFAT").

Dalam kerjasama ini, ALAMI dengan kemitraannya bersama penyedia asuransi kesehatan pemerintah Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan ("BPJS"), memanfaatkan teknologi pembiayaan ICS untuk mempertanggungkan pinjaman yang didukung oleh invoice, sebagai salah satu contoh tujuan penggunaan pembiayaan.

Logistik juga adalah salah satu bidang yang dinilai vital dan melonjak selama pandemi. Terbatasnya mobilisasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga serta bisnisnya mengakibatkan kebutuhan akan logistik naik secara drastis.

Untuk mempercepat roda industri logistik, ALAMI telah menjalin kerjasama dengan dua perusahaan rintisan logistik, Shipper dan Ritase, dalam bentuk pembiayaan para vendor di kedua perusahaan tersebut yang sebagian besar merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah ("UMKM") dalam pengiriman jasa transportasi logistik.