Mengenal 4 Jenis Dompet Bitcoin dan Cara Buat Akunnya!

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Selasa, 12 Okt 2021 12:23 WIB
Ilustrasi dompet Bitcoin
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Dalam kegiatan investasi mata uang kripto atau lebih spesifik lagi Bitcoin, Anda membutuhkan dompet untuk mengumpulkan aset kripto. Ada berbagai platform dompet Bitcoin untuk menyimpan data aset kripto yang Anda miliki.

Fungsi dompet Bitcoin sama seperti dompet fisik yang bisa menyimpan uang, debit, dan kartu kredit Anda. Di dompet Bitcoin itulah tersimpan kode untuk pembelian Bitcoin, serta tanda tangan digital yang dibutuhkan dalam setiap transaksi.

Secara umum, dompet digital dibagi menjadi jenis 'Hot Storage' dan 'Cold Storage'. Hot Storage disimpan secara daring melalui platform daring penyedia layanan penyimpanan aset kripto yang terenkripsi untuk mengamankan data pribadi dan kunci publik pengguna. Karena bersifat daring, pengguna dapat mengakses aset kripto.

Sementara itu, Cold Storage merupakan sarana penyimpanan berbentuk perangkat fisik. Cold Storage menawarkan tingkat keamanan tinggi terhadap ancaman digital, karena penyimpanannya di luar jaringan.

Ini karakteristik setiap jenis dompet digital untuk menyimpan aset Bitcoin:

1. Mobile Wallet

Dompet Bitcoin versi Mobile ini berbentuk aplikasi smartphone yang dapat digunakan untuk mengelola aset kripto pengguna, seperti halnya aplikasi mobile perbankan. Keunggulannya, Mobile Wallet membuat transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan praktis. Namun, pengguna harus memastikan akun terproteksi dengan baik untuk menghindari risiko pencurian data, karena aplikasi berjalan di atas jaringan internet.

Untuk menggunakan Mobile Wallet, Anda hanya perlu mengunduh aplikasi smartphone lalu registrasi dengan menginput data dan membuat pengaturan keamanan akun.

2. Desktop Wallet

Berbeda dengan mobile wallet, dompet Bitcoin yang satu ini diakses melalui aplikasi desktop di komputer. Semua data aset dan transaksi akan tersimpan di dalam aplikasi komputer tersebut. Pengelolaan aset Bitcoin dapat dilakukan seluruhnya melalui aplikasi.

Untuk menggunakan dompet Kripto jenis ini, Anda hanya perlu mengunduh aplikasi desktop secara daring dari situs resmi platform. Setelah itu, lakukan registrasi dengan menginput data dan membuat pengaturan keamanan akun.

3. Web Wallet

Sama-sama dijalankan lewat jaringan internet, web wallet dapat diakses melalui browser di komputer, prinsipnya mirip dengan electronic banking di perbankan. Biasanya web wallet juga dapat dibuka melalui browser ponsel pintar, hanya saja menunya tak selengkap versi desktop. Pengguna dompet jenis ini juga harus benar-benar memperhatikan keamanan data.

Untuk menggunakan penyimpanan jenis ini, Anda hanya perlu mengunjungi website penyedia Web Wallet. Kemudian mendaftar dengan cara melengkapi data dan persyaratan yang diminta. Selanjutnya, buat password seaman mungkin untuk menghindari pencurian data.

4. Cold Storage

Berbeda dengan Hot Storage yang berbentuk software atau situs website yang dapat diakses gratis, Cold Storage merupakan perangkat keras berbentuk alat portabel kecil. Alat ini memungkinkan Anda mengunduh dan membawa Bitcoin dan cryptocurrency lainnya.

Terdapat dua jenis Cold Storage yang umum digunakan, Pertama, Paper Wallet yang merupakan kunci pribadi dan alamat publik yang dicetak ke selembar kertas. Dompet kertas sangat cocok untuk penyimpanan jangka panjang.

Kemudian, ada pula Hardware Wallet yang merupakan perangkat fisik di luar jaringan. Mirip dengan USB, yang menyimpan kunci pribadi aset kripto dan dapat dihubungkan ke komputer ketika hendak melakukan transfer aset kripto. Sistem penyimpanan ini tidak mudah dirusak, namun perlu disimpan di tempat yang aman.

Untuk menggunakan Cold Storage, pemilik aset Bitcoin harus membeli perangkatnya terlebih dahulu. Karena alat telah dienkripsi dan tidak beredar di jejaring internet, Cold Storage dianggap lebih aman untuk menyimpan aset kripto.

Nah, itu dia berbagai dompet Bitcoin yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan aset Kripto untuk berinvestasi. Untuk bertransaksi Bitcoin atau aset kripto lainnya, Anda sebaiknya mengakses platform yang kredibel dan telah memiliki izin resmi, seperti Luno Indonesia.

Anda bisa mempercayakan Luno Indonesia, platform digital yang menyediakan akses untuk mempermudah dalam mendapatkan aset kripto secara instan tanpa tambahan biaya yang membengkak. Luno Indonesia mematok biaya rendah, yakni 0,75% setiap pembelian. Misalnya jika Anda membeli Bitcoin senilai Rp 25 ribu, maka biaya administrasi tidak sampai Rp 200.

Selain itu, Luno Indonesia menyediakan layanan penyimpanan digital yang terenkripsi rapat. Ada dua jenis dompet yang disediakan Luno Indonesia, yakni dompet kripto dan dompet rupiah.

Dompet kripto dapat diakses pengguna untuk penyimpanan aset kripto secara aman dan mudah. Adapun dompet rupiah berguna untuk menyimpan dana rupiah untuk pembelian Bitcoin atau kripto lainnya, maupun untuk tarik dana hasil penjualan aset kripto.

Luno Indonesia juga sudah mengantongi izin dari Bappebti, sehingga keamanan transaksi tak perlu dikhawatirkan. Di samping itu, Luno Indonesia juga memiliki pilihan pembayaran yang beragam yang memudahkan Anda dalam melakukan deposit maupun penarikan dengan cepat.

Anda juga bisa mengatur pembelian Bitcoin secara otomatis. Caranya mudah yaitu dengan mengaktifkan fitur Repeat Buy di aplikasi Luno Indonesia.



Simak Video "El Salvador Negara Pertama yang Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran Sah"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ara)