China 'Haramkan' Bitcoin, Perusahaan Kripto Ramai-ramai Hengkang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 22 Nov 2021 15:26 WIB
uang kripto
Foto: Getty Images/da-kuk
Jakarta -

Pemerintah China serius untuk melarang penambangan cryptocurrency di negaranya. Kondisi ini membuat 14 perusahaan penambangan crypto terbesar di dunia hengkang dan membawa lebih dari 2 juta mesin pergi dari China.

Dikutip dari Financial Times disebutkan mesin-mesin tersebut dipindahkan ke Amerika Serikat (AS), Kanada, Kazakshtan dan Rusia. Salah satu perusahaan penambang kripto terbesar di AS Bit Digital harus mengangkut 1.000 mesin dari China kembali ke negaranya melalui Pelabuhan.

"Kami mulai memindahkan mesin-mesin, ini membutuhkan effort besar ketika larangan menambang diumumkan," kata Kepala Strategi Bit Digital Sam Tabar dikutip dari Financial Times, Senin (22/11/2021).

China memang melarang penambangan cryptocurrency demi meningkatkan efisiensi energi di negara tersebut.

Dikutip dari marketplace.org disebutkan saat ini China memang menjadi tempat atau pusat penambangan bitcoin cs. Hal ini karena biaya listrik yang digunakan untuk proses penambangan lebih murah dibandingkan di tempat lain.

Marketplace.org juga melaporkan jika pemerintah China benar-benar tidak menyukai mata uang kripto tersebut. Pemerintah sangat fokus memperhatikan arus keluar masuk uang yang ada di negara tersebut.

Bahkan pada September lalu, China melarang transaksi menggunakan mata uang kripto dan melarang keras pembukaan proyek penambangan baru di negara tersebut.

Alasannya karena penambangan cryptocurrency ini menghabiskan banyak energi. Apalagi sebagian besar energi China berasal dari batubara. Kondisi ini disebut sangat mencemari lingkungan dan penambangan bitcoin tak sejalan dengan China yang menargetkan menjadi negara bebas karbon pada 2060.



Simak Video "MUI Sebut Kripto Bisa Jadi Halal,Bos IDM: Itu Kabar Baik"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)