Harga Bitcoin cs Lagi Rontok. Jual atau Serok?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 19:21 WIB
SALT LAKE CITY, UT - APRIL 26: A pile of Bitcoins are shown here after Software engineer Mike Caldwell minted them in his shop on April 26, 2013 in Sandy, Utah. Bitcoin is an experimental digital currency used over the Internet that is gaining in popularity worldwide. (Photo by George Frey/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Harga aset kripto mengalami penurunan drastis dibandingkan bulan lalu. Nah, saat harga begini, baiknya beli atau jual?

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan karena bitcoin diyakini masih menjanjikan, ia menyarankan saat ini lebih baik melakukan pembeliannya dicicil. Maksudnya menabung dengan pembelian dari terkecil.

"Ini bisa menggunakan beberapa strategi, bisa menabung secara dicicil, dan juga menunggu wave dari crypto price nya," katanya kepada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Ia meyakini penurunan bitcoin saat ini masih dalam batas wajar, apalagi pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan.

"Tapi pergerakan market ini masih dalam batas wajar dan aset kripto sendiri apalagi yang kapitalisasinya besar juga memiliki use case yang luas, serta masih menjanjikan buat perencanaan jangka panjang. Kalau kita lihat berdasarkan histori, mungkin untuk kembali ke bull run sekitar April 2022," tuturnya.

Sementara, biang kerok dari anjloknya bitcoin salah satunya karena ada varian Omicron. Ia menyebut secara psikologis hal itu membuat para investor panik dan melakukan penjualan.

"Dari panic selling itulah terjadi yang namanya koreksi termasuk di aset kripto utamanya Bitcoin," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) yang mempercepat kebijakan normalisasi moneternya juga disebut mempengaruhi ambrolnya bitcoin dan kripto lainnya.

"Jebloknya bitcoin juga diikuti aset-aset kripto lainnya, alhasil kapitalisasi pasar kripto ambles," jelasnya.

Bitcoin sempat ambrol lebih dari 9% ke kisaran US$ 51.000/koin yang merupakan level terendah dalam dua bulan terakhir. Hari ini, dikutip dari Coin Base, bitcoin mengalami kenaikan 6,03% menjadi Rp 739 juta. Volume perdagangan kripto menjadi sebanyak Rp 36,8 miliar dalam 24 jam terakhir.

Meski hari ini naik, dalam sepekan terakhir bitcoin tercatat mengalami penurunan sebanyak 10,85%. Lalu dibandingkan nilai November lalu, bitcoin memang mengalami penurunan drastis. Pada 9 November bitcoin berada di angka Rp 962 juta.

Ethereum hari ini juga mengalami kenaikan sebanyak 8,88% menjadi Rp 63 juta dengan volume perdagangan sebanyak Rp 27,3 miliar dalam 24 jam terakhir. Nilai hari ini juga turun dibandingkan November lalu, saat itu Ethereum tercatat Rp 69 juta.

Kripto Binance hari ini naik 5,42% menjadi Rp 8,4 juta, Dogecoin juga tercatat naik 9,03% menjadi Rp 2.598 dan koin Shiba Inu naik 11,30%.



Simak Video "Cara Kaya Pelihara 'Tuyul' Kripto "
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)