Pengin Tahu Prediksi Bitcoin 2022? Baca Nih

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 22 Des 2021 22:26 WIB
Bitcoin
Ilustrasi/Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pada 2021 nilai Bitcoin mengalami lonjakan hingga 70% dan mencatatkan rekor tertinggi. Dikutip dari CNBC kenaikan ini membuat kapitalisasi pasar kripto tembus US$ 2 triliun.

Tahun 2021 juga merupakan tahun yang penuh aksi dari para platform misalnya Coinbase yang melakukan go public. Kemudian banyaknya bank yang berpartisipasi seperti Goldman Sachs hingga persetujuan perdagangan di bursa AS.

Namun kebijakan pengawasan yang semakin ketat hingga fluktuasi harga yang sangat cepat membuat prospek Bitcoin kurang baik. Bahkan para ahli menyebut jika harga saat ini sedang menuju penurunan hingga beberapa bulan ke depan.

Pada November lalu harga Bitcoin tercatat di level US$ 69 ribu tapi saat ini sudah berada di level US$ 50 ribu turun 30% dari rekor tertinggi. Profesor keuangan dari Universitas Sussex Carol Alexander memprediksi harga bitcoin akan mengalami penurunan hingga US$ 10 ribu pada akhir 2022.

"Jika saya investor maka saya akan segera keluar dari Bitcoin karena harganya akan jatuh tahun depan," katanya dikutip dari CNBC, Rabu (22/12/2021).

Alexander menjelaskan hal ini karena Bitcoin tak punya nilai fundamental dan lebih seperti 'mainan' dibandingkan alat untuk investasi.

Dia memperingatkan harga Bitcoin bisa kembali turun seperti yang terjadi pada beberapa tahun lalu. Pada 2018 nilai bitcoin sempat berada di level US$ 20 ribu namun jatuh ke level US$ 3 ribu.

Namun banyak pendukung cryptocurrency ini tak yakin dengan prediksi tersebut, karena saat ini sudah banyak investor yang masuk ke pasar Bitcoin. Analis pasar kripto Bitbank Yuya Hasegawa mengungkapkan yakin jika pesta kripto ini tak akan berakhir pada tahun depan.

(kil/hns)