Harga Bitcoin Lagi Rontok, Tahan atau Jual?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 17:04 WIB
Ilustrasi Kripto
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sejumlah aset kripto mengalami penurunan harga yang tajam dalam sepekan ini. Salah satunya, bitcoin.

Berdasarkan Coinmarketcap, bitcoin telah turun sebanyak 9,34% dalam sepekan ke level US$ 42.148 atau sekitar Rp 602 juta (asumsi kurs Rp 14.200). Kondisi ini pun tak dipungkiri membuat investor kebingungan mengambil sikap, menahan atau menjualnya.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan pada bitcoin salah satunya dipicu oleh wacana kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) pada Maret 2022 mendatang.

Menurutnya, bitcoin akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah hingga Maret atau saat bank sentral memberikan kepastian kenaikan suku bunga tersebut. Lanjutnya, momen ini adalah kesempatan bagi investor untuk mengoleksi koin di harga terendah.

"Ada waktu 2 bulan, ini kesempatan emas bagi investor untuk mengoleksi koin di harga terendah. Tapi nanti jangan sekarang," katanya kepada detikcom, Selasa (11/1/2022).

"Di bulan Maret kemungkinan besar akan mencapai level terendahnya untuk cripto currency di situlah investor melakukan pembelian," tambahnya.

Bagi yang terlanjur menggenggam bitcoin, ia menyarankan untuk menahannya.

"Kalau menurut saya didiemin aja dulu. Jangan grusa-grusu," terangnya.

Sekadar informasi, selain bitcoin, ada beberapa aset kripto yang turun tajam dalam sepekan. Beberapa di antaranya yakni ethereum yang turun 17,24%, BNB turun 14,73% dan solana 18,65%.



Simak Video "Manuver China Memberantas Kripto Bitcoin Cs"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)