Harga Bitcoin Rontok, El Salvador Bisa Rugi Rp 142 M

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2022 10:01 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Harga Bitcoin turun tajam dalam sepekan terakhir. Hal itu tidak hanya mempengaruhi investor, tetapi juga berdampak ke El Salvador sebagai negara yang menjadikan mata uang kripto tersebut sebagai alat pembayaran.

Dilansir Business Insider, Kamis (13/1/2022), negara yang dipimpin oleh Nayib Bukele itu telah membeli 1.391 Bitcoin menggunakan dana publik. Setidaknya El Salvador mengeluarkan sekitar US$ 71 juta atau setara Rp 1 triliun (kurs Rp 14.281) dengan harga pembelian rata-rata US$ 51.056 atau Rp 729,13 juta per koin.

Jika pemerintah Bukele belum menjual kepemilikan Bitcoin, portofolionya sekarang mengalami kerugian sekitar 14%, turun jadi US$ 61 juta atau Rp 871,14 miliar berdasarkan harga hari Rabu. Dengan demikian ada kemungkinan kehilangan sekitar US$ 10 juta atau Rp 142,8 miliar.

Kinerja Bitcoin sebenarnya tidak diketahui karena proses pembelian pemerintah serta alamat yang rahasia. Menteri Keuangan Alejandro Zelaya mengatakan bahwa El Salvador telah mengubah beberapa Bitcoin kembali menjadi dollar AS.

Untuk diketahui, Bitcoin pada Senin (10/1) turun di bawah US$ 40.000 untuk pertama kalinya sejak September 2021. Saat itu, nilainya telah jatuh sekitar 40% dari rekor tertinggi US$ 69.000 pada November. Bitcoin sejak itu naik 2,5% ke level $43.785 pada Rabu sore di New York.

El Salvador telah mengumumkan rencana akhir tahun lalu untuk menerbitkan obligasi senilai US$ 1 miliar untuk membeli lebih banyak bitcoin.

Terlepas dari kemerosotan kripto baru-baru ini, Bukele yakin akan berbalik arah. Pada awal tahun, dia memperkirakan bitcoin akan mencapai US$ 100.000 pada akhir 2022.

(aid/ara)