Tren NFT Bikin Dua Pendiri OpenSea Jadi Crazy Rich Dunia, Hartanya Rp 31 T!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2022 11:47 WIB
Devin Finzer dan Alex Atallah
Devin Finzer dan Alex Atallah/Foto: Yahoo
Jakarta -

Pendiri marketplace NFT OpenSea masuk ke dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes. Hal ini terjadi seiring dengan meningkatnya tren penjualan aset NFT.

Dilansir dari Forbes, Kamis (20/1/2022), setelah putaran pendanaan baru OpenSea yang diumumkan awal tahun ini, valuasi marketplace NFT ini mengalami peningkatan. Saat ini marketplace menjadi US$13,3 miliar atau sekitar Rp 190 triliun (kurs Rp 14.300). meningkat US$1,5 miliar dari enam bulan sebelumnya.

Dengan perkiraan saham sebesar 18,5% di OpenSea, dua pendiri perusahaan Devin Finzer dan Alex Atallah diperkirakan memiliki harta kekayaan masing-masing US$ 2,2 miliar atau setara Rp 31,46 triliun.

Didirikan empat tahun lalu, perusahaan rintisan yang berbasis di New York City ini adalah pemain awal di pasar NFT yang diluncurkan pada awal tahun 2021.

OpenSea menyebut dirinya sebagai platform peer-to-peer di mana pengguna dapat membuat, membeli, dan menjual semua jenis NFT dengan imbalan potongan 2,5% dari setiap penjualan.

Perusahaan rintisan ini telah berkembang pesat selama setahun terakhir. Pada bulan Maret 2020, grup beranggotakan lima orang ini menghitung sekitar 4.000 pengguna aktif yang melakukan transaksi bulanan senilai US$ 1,1 juta, dengan pendapatan bulanan mencapai US$ 28 ribu.

Keberuntungannya berubah pada Februari 2021, ketika platform seperti Nifty Gateway milik si kembar Winklevoss mengangkat nama OpenSea dengan melelang seni digital kelas atas.

OpenSea memproses penjualan senilai lebih dari US$ 3,3 miliar bulan Desember 2021 yang lalu, menghasilkan pendapatan sekitar US$ 82,5 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun untuk perusahaan. Saat ini, perusahaan mempekerjakan lebih dari 70 orang.

Finzer dan Atallah, masing-masing berusia sekitar 30 tahun, memiliki resume yang familiar bagi miliarder teknologi muda.

Finzer yang menjadi CEO perusahaan dibesarkan di Bay Area, belajar di Brown University dan bekerja sebagai insinyur perangkat lunak di Pinterest. Pada tahun 2015, dia mendirikan startup pertamanya, sebuah mesin pencari bernama Claimdog, sebelum menjualnya ke Credit Karma setahun kemudian dengan jumlah yang tidak diungkapkan.

Sementara Atallah yang menjadi CFO OpenSea, telah menjadi ahli spreadsheet sejak usia muda. Saat menjadi mahasiswa di Stanford, dia bekerja di Palantir, menurut profil LinkedIn-nya, dan setelah lulus bekerja di startup Silicon Valley, Zugata dan Whatsgoodly.

(hal/zlf)