Heboh Token ASIX Anang Dilarang, Begini Aturan di Bappebti

ADVERTISEMENT

Heboh Token ASIX Anang Dilarang, Begini Aturan di Bappebti

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 11 Feb 2022 14:20 WIB
Anang Hermansyah Kulineran di Turki
Foto: Instagram/ananghijau: Anang Herrmansyah

Jerry menjelaskan, syarat yang ditetapkan Bappebti untuk token adalah wajib menjadi token kripto dengan market cap internasional 500 terbaik.

Dengan kata lain untuk bisa diperdagangkan di Platform Trading lokal di dalam negeri, token kripto harus terlebih dahulu diperdagangkan di platform internasional agar bisa mengejar syarat minumum masuk dalam peringkat 500 aset kriopto terbesar secara internasional.

"Sesuai dengan peraturan Bappebti (Perba) 7 2020 tentang daftar aset kripto yang dieprdagangkan. Di situ kan dibilang salah satunya yang menjadi butir yang peraturan disebut bahwa dalam perdagangan fisik aset kripto yang diperdagangkan masuk 500 besar kapitalisasi pasar itu," beber dia.

Lagi-lagi, Jerry tak menyalahkan Bappebti karena memang aturan ini dibuat untuk melindungi konsumen di dalam negeri agar terhindar dari token palsu seperti yang pernah menimpa token SquidGame yang bisa menimbulkan kerugian.

Jerry mengambil sisi positif dari adanya aturan tersebut. Dengan diperdagangkan di platform internasional, lanjut dia, berarti ada peluang aset kripto buatan dalam negeri seperti ASIX, bisa mendunia dan memberi keuntungan tersendiri bagi perekonomian nasional.

Dia merasa apa yang dilakukan Anang dan tim ASIX perlu diapresiasi mengingat ke depannya secara grand design, kripto atau token ini bisa menjadi pasar ekspor yang luar biasa.

Jerry mengatakan di era digital ini ekspor tak cuma migas dan non migas tapi bisa juga produk produk digital.

"Kita bangga kalau ASIX ini bisa dijual di luar negeri ini bisa memberikan sumbangsih dari produk digital untuk ekspor kita ke depan," tandas dia.


(kil/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT