ADVERTISEMENT

Ada Transaksi Jumbo Kripto! Diduga Milik Indra Kenz Cs Sembunyikan Duit

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 23 Mar 2022 06:04 WIB
Doni Salmanan dan Indra Kenz memakai baju tahanan (dok. detikcom)
Foto: Doni Salmanan dan Indra Kenz memakai baju tahanan (dok. detikcom)
Jakarta -

Ramai di Twitter analisis aliran transaksi koin kripto yang diduga milik tersangka afiliator binary option.

Dalam analisis yang dilakukan Robin Syihab dalam akun @anvie ini tidak menyebutkan siapa yang dimaksud tersangka tersebut dan koin apa yang digunakan untuk mengalirkan dananya.

detikcom telah meminta izin kepada Robin untuk mengutip utas tersebut sebagai pemberitaan.

Saat ini memang ada dua orang afiliator yang sudah menjadi tersangka. Mereka adalah Indra Kenz dan Doni Salmanan.

Robin menyebutkan, tak disebutkan nama-nama dan merek ini karena dia tak menginginkan hal-hal yang tak terduga bisa terjadi. "Saya hanya ingin membagikan teknik bagaimana caranya melakukan investigasi di dunia cryptocurrency yang merupakan ilmu baru yang layak untuk dipelajari," ujar dia.

Ada Transaksi Mencurigakan

Ada hal mencurigakan yang tiba-tiba terjadi pada 17 Maret 2022. Malam itu pukul 21.54 ada transaksi besar pada sebuah aset kripto. Transaksi ini membuat harganya naik ke level Rp 17.500 dari sebelumnya Rp 3.000. Kenaikan ini terjadi hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Baginya ini mencurigakan.

"Bagi yang sudah biasa trading tentu tahu hal seperti itu tidaklah wajar. Karena aset kripto itu sudah berhari-hari tak ada pergerakan yang berarti malah cenderung turun namun kemudian naik drastis, yang lebih aneh lagi terjadi di tengah santernya informasi negatif terhadap koin tersebut," jelas dia.

Ada Tiga Alamat yang Transaksi

Dia juga kemudian menemukan alamat lain yang mencurigakan. Hasil penelusurannya, beberapa alamat itu punya aset kripto yang jumlahnya fantastis, yakni mencapai ratusan miliar rupiah. Alamat 1 senilai US$ 5,4 juta setara dengan Rp 78 miliar

"Alamat 2: memiliki aset 241 + 17 (NFT) senilai $3,701,593 USD atau setara dengan 53 milyar rupiah," ujarnya.

Sementara alamat ke 3: memiliki 241 + 49 NFT aset digital dengan nilai US$ $8,677,694 senilai Rp 124 miliar.

Milik Tersangka?

"Tetapi apakah 3 alamat tersebut adalah fix milik tersangka? Belum tentu bisa jadi itu punya bandar yg memang lagi mainin pasar aja, walaupun aneh bandar beraksi pas tingkat kepercayaan masyarakat pada koin X lagi hancur2nya, uang siapa yg mau dipertaruhkan dg resiko sebesar itu? Untuk itu kita coba cari tahu lebih dalam, kita butuh petunjuk yg lebih jelas lagi, saya yakin salah satu dari 3 alamat tsb adalah milik tersangka atau yg dititipkan tersangka ke orang lain, karena semua 3 alamat tersebut masih aktif bertransaksi sampai saat ini," ujarnya.

Alamat-alamat tersebut katanya, ada pada exchanger yang berbeda di mana si pemilik akun menaruh asetnya. Dia mengatakan, alamat 1 diduga coinbase, alamat kedua yaitu binance dan ketiga adalah Indodax.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT