Harga Kripto Anjlok, El Salvador Diam-diam Nyerok Bitcoin Rp 222 M

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Kamis, 12 Mei 2022 13:49 WIB
El Salvadors President Nayib Bukele participates in the closing ceremony of a congress for cryptocurrency investors in Santa Maria Mizata, El Salvador, Saturday, Nov. 20, 2021. Bukele announced during the rock concert-like atmosphere at the gathering that his government will build an oceanside
El Salvador Mau Bangun Kota Bitcoin/Foto: AP Photo/Salvador Melendez
Jakarta -

Pemerintah El Salvador kembali memborong Bitcoin. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 500 keping.

Total nilai Bitcoin yang dibeli mencapai US$ 15,3 juta atau Rp 222 miliar (kurs Rp 14.540). Pembelian yang dilakukan El Salvador ini dilakukan saat harga Bitcoin turun hampir 10%.

Hal itu dipastikan langsung dari cuitan Presiden El Salvador Nayib Bukele, Senin (9/5/2022). Ia menyampaikan harga rata-rata yang dibayarkan El Salvador untuk setiap Bitcoin adalah US$ 30.744 atau Rp 447 juta.

"El Salvador baru saja membeli 500 koin dengan nilai rata-rata US$ 30.744," cuit Bukele dikutip dari Coindesk, Kamis (12/5/2022).

Pembelian Bitcoin ini menjadi yang kesepuluh dan terbesar yang dilakukan oleh El Salvador sejauh ini. Pembelian terakhir terjadi pada 21 Januari lalu, di mana El Salvador membeli 410 Bitcoin dengan harga rata-rata US$ 36.585 atau Rp 531 juta per koin. Total El Salvador sekarang memiliki sekitar 2.301 Bitcoin bernilai US$ 71 juta atau Rp 1 triliun.

Menteri Keuangan El Salvador Alejandro Zelaya mengatakan pihaknya menunda penawaran obligasi Bitcoin senilai US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun yang direncanakan pada Maret lalu karena kondisi pasar yang tidak menguntungkan.

Mengutip CNBC, keputusan El Salvador membeli Bitcoin bukan tanpa pertentangan. Selama berbulan-bulan, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menyoroti kebijakan pemerintahan Bukele.

Pada Januari lalu, IMF meminta El Salvador untuk menghapus aturan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Direktur IMF menekankan ada risiko besar yang terkait dengan penggunaan Bitcoin pada stabilitas keuangan, integritas keuangan, dan perlindungan konsumen, serta kewajiban kontingensi fiskal.

Dari laporan yang diterbitkan setelah pembicaraan bilateral dengan El Salvador, IMF mendesak pihak berwenang untuk mempersempit ruang lingkup undang-undang Bitcoin dengan menghapus status Bitcoin sebagai uang legal.

Lihat juga video 'Kena Serangan DDoS, 'Duckie Land' Pastikan Aset Kripto User Aman':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)