Selain Tweet Elon Musk, 3 Hal Ini Pengaruhi Fluktuasi Harga Bitcoin

Yudistira Imandiar - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2022 15:47 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Aset kripto Bitcoin memiliki harga yang relatif stabil, termasuk saat kondisi ekonomi suatu negara bergejolak. Namun, belakangan ini nilai Bitcoin bisa berfluktuasi dipengaruhi kejadian-kejadian tertentu.

Di akhir 2021 lalu misalnya, tweet dari bos Tesla Elon Musk sempat membuat harga Bitcoin terkoreksi hingga 5%. Lewat akun twitternya @elonmusk, berkicau mengenai Bitcoin dengan membubuhkan tagar Bitcoin dengan simbol patah hati. Tweet Elon itu diartikan sebagai pertanda salah satu orang terkaya di dunia itu bakal meninggalkan Bitcoin, sehingga menurunkan kepercayaan investor.

Namun, kondisi sebaliknya terjadi ketika perang Rusia-Ukraina mulai pecah. Harga Bitcoin sempat naik hingga 15%. Sejumlah aset kripto lainnya juga mengalami hal serupa. Namun, hal tersebut tak berlangsung lama, karena setelah itu harga Bitcoin cenderung turun dan pergerakannya relatif stabil.

Selain tweet Elon Musk tersebut, ada beberapa faktor yang memengaruhi harga Bitcoin ini. Berikut di antaranya.

1. Ekonomi Makro

Ekonomi makro bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga Bitcoin. Ekonomi makro adalah gambaran besar atas kondisi ekonomi, yang tercermin dari sejumlah indikator, antara lain inflasi, tingkat pengangguran, dan sebagainya, serta bagaimana pengaruh hubungan tersebut pada kondisi ekonomi secara luas.

Selain itu, ada juga beberapa contoh peristiwa penting dalam lingkup ekonomi makro, seperti peperangan, kondisi geopolitik yang tidak stabil, dan pandemi. Keterkaitan antara kejadian-kejadian tersebut bisa berdampak pada situasi ekonomi, dan menjadi faktor yang memengaruhi harga Bitcoin.

2. Permintaan Pasar

Sesuai prinsip dasar ekonomi, harga Bitcoin berkaitan langsung dengan permintaan dan ketersediaan. Ketika ada peristiwa ekonomi makro yang terjadi di suatu negara, maka hal tersebut bisa jadi faktor yang memengaruhi minat atau permintaan orang terhadap Bitcoin yang berujung pada naik turunnya harga Bitcoin.

Ketika investor ramai-ramai menjual Bitcoin karena butuh uang tunai, harga Bitcoin pun akan turun karena jumlah ketersediaan Bitcoin di pasar bertambah. Namun, di sisi lain ada pula segelintir orang yang mengamankan aset mereka dalam bentuk Bitcoin, agar terhindar dari krisis saat bank tidak bisa diakses maupun saat nilai mata uang mereka jatuh. Saat minat orang terhadap Bitcoin meningkat, maka harganya pun ikut naik.

Halaman Selanjutnya: Kenaikan Suku Bunga