ADVERTISEMENT

Platform Super App Punya Potensi Besar di Tengah Naiknya Konsumsi Online

Angga Laraspati - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 19:52 WIB
Ilustrasi fintech
Ilustrasi/Foto: istimewa
Jakarta -

Berbagai platform digital saat ini mulai masuk ke dalam ranah super app untuk memudahkan para penggunanya, tak terkecuali di bidang financial technology.

Di Indonesia saat ini telah hadir beberapa super app di layanan investasi, seperti Ajaib Group yang menghadirkan tiga produk investasi dalam satu aplikasi yaitu saham, reksadana dan aset kripto. Di sektor marketplace, Tokopedia menyediakan layanan investasi reksadana dengan Bareksa yang diawasi OJK dan emas oleh Pluang yang diawasi Bappepti.

Selain itu, baru-baru ini Chairul Tanjung menyatakan aplikasi Allo Bank akan menjadi super app dengan menggabungkan layanan perbankan, news portal, hingga toko ritel di bawah CT Corp.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda mengatakan saat ini pola konsumsi tengah beralih dari offline ke online. Berdasarkan data dari Google, Temasek, Bain, konsumsi barang online mengalami kenaikan dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.

"Masyarakat cenderung memilih transaksi online via e-commerce, sehingga lebih tinggi dibandingkan sebelum 2020. Begitu juga dengan konsumsi layanan perbankan, di mana orang saat ini lebih banyak bertransaksi via mobile banking, online banking, mobile apps dibandingkan dengan datang ke cabang, ATM, ataupun menelpon CS," kata Nailul dikutip dari CNBC Indonesia.

Kebutuhan ini pun mendorong lahirnya inovasi super app yang menyatukan layanan digital dalam satu aplikasi. Penyatuan dalam satu ekosistem ini menurutnya diperlukan karena banyak layanan digital yang masih berdiri sendiri dan terpisah-pisah.

"Makanya muncul istilah super app di mana kebutuhan layanan digital masyarakat dipenuhi hanya oleh satu aplikasi. Dengan semakin berkembangnya ekosistem digital kehadiran super app pasti akan semakin banyak. Potensinya sangat besar sekali memang untuk ke depan," ungkap Nailul.

Presiden Joko Widodo dalam Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) telah menargetkan untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 90% pada 2024 mendatang.

Kehadiran super app di sektor layanan keuangan yang telah dilakukan oleh perusahaan teknologi seperti Ajaib, Tokopedia, dan Allo Bank akan memberikan manfaat yang besar bagi Indonesia dan mendukung inisiatif Presiden Joko Widodo untuk mendorong ekonomi digital dan mencapai target inklusi keuangan lebih cepat.

Pasalnya fintech super app mampu menjangkau masyarakat underbanked dan unbanked, yang pada akhirnya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Masyarakat yang tersebar di berbagai daerah saat ini memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan investasi dan melakukan diversifikasi investasi melalui aplikasi super app tanpa harus datang ke kantor cabang layanan keuangan di daerah tersebut.

"Inklusi keuangan memang akan lebih cepat jika semua elemen saling bergerak, termasuk dari super app bidang keuangan. Dengan adanya super app bidang keuangan atau fintech, bisa memperbesar kesempatan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan baik perbankan maupun non perbankan dan inklusi keuangan kita bisa tumbuh lebih cepat" katanya.

Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Dr. Alfindra Primaldhi pun menilai bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk fintech berkembang. Menurut dia, meluasnya penetrasi internet menghasilkan masyarakat yang semakin tech-savvy, termasuk terhadap investasi digital melalui aplikasi.

"Meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap produk keuangan di platform fintech dapat mendorong penyedia layanan untuk mengembangkan layanan keuangan yang mudah digunakan oleh konsumen lintas demografi. Hal ini akan berdampak pada percepatan inklusi keuangan pada masyarakat," jelasnya.

Adapun dia menuturkan bahwa sekadar pengembangan fitur super app tidak cukup untuk mewujudkan inklusi keuangan. Pengembangan layanan dikatakannya tetap harus dibarengi dengan edukasi yang komprehensif dan konsisten ke berbagai lapisan masyarakat, terutama yang masih awam dengan fintech.

"Tujuannya adalah memastikan konsumen paham betul layanan keuangan yang mereka gunakan, termasuk keamanannya," pungkasnya.

(ega/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT