ADVERTISEMENT

Parah! Bandar Kripto Ini Nggak Mampu Bayar Utang Rp 9,91 T

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 28 Jun 2022 19:30 WIB
People pass their time at a cafe which has dozens of screens showing the latest trends and prices on various cryptocurrencies for their crypto investors customers in Nakhon Ratchasima, Thailand January 21, 2022. Picture taken January 21, 2022. REUTERS/Soe Zeya Tun
Foto: REUTERS/SOE ZEYA TUN
Jakarta -

Three Arrows Capital atau 3AC, perusahaan terkemuka pengelola dana lindung nilai kripto, telah gagal membayar utang lebih dari US$ 670 juta atau Rp 9,91 triliun (kurs Rp 14.800). Keterangan itu diumumkan oleh pialang atau broker aset digital, Voyager Digital pada Senin pagi waktu setempat.

Dikutip dari CNBC, Selasa (28/6/2022), Voyager Digital menyatakan bahwa 3AC tidak bisa membayar pinjamannya sebesar US$ 350 juta atau Rp 5,19 triliun dalam stablecoin USD Coin (USDC) dan ada 15.250 Bitcoin yang dipatok dengan nilai US$ sekitar US$ 323 juta atau Rp 4,7 triliun.

Krisis solvabilitas (seberapa mampu perusahaan membayar utang-utang yang dimilikinya) 3AC ini, terjadi setelah berminggu-minggu atas gejolak di pasar crypto, yang telah menghapus nilai ratusan miliar dolar. Bahkan, Bitcoin dan Ethereum diperdagangkan sedikit lebih rendah dalam pasar 24 jam terakhir. Sementara itu, kapitalisasi pasar kripto keseluruhan berada di sekitar US$ 950 miliar, turun dari sekitar US$ 3 triliun pada puncaknya pada November 2021 lalu.

Voyager pun mengatakan akan mengejar pemulihan dari 3AC. Untuk sementara, broker itu menekankan bahwa platformnya akan terus beroperasi dan memenuhi pesanan dan penarikan pelanggan. Jaminan itu, kemungkinan merupakan upaya untuk menahan ketakutan melalui ekosistem crypto yang lebih luas.

"Kami bekerja dengan rajin dan cepat untuk memperkuat neraca kami, dan mengejar opsi sehingga kami dapat terus memenuhi permintaan likuiditas pelanggan," kata CEO Voyager, Stephen Ehrlich.

Pada hari Jumat lalu, Voyager mengatakan memiliki sekitar US$ 137 juta dan memiliki aset kripto. Perusahaan juga mencatat bahwa mereka memiliki akses ke uang tunai senilai US$ 200 juta dan revolver USDC, serta revolver 15.000 bitcoin US$ 318 juta dari Alameda Ventures.

Masalah Three Arrow Capital tampaknya dimulai awal bulan Juni ini, setelah pendirinya Zhu Su men-tweet pesan yang agak samar bahwa perusahaan sedang "dalam proses berkomunikasi dengan pihak terkait" dan "berkomitmen penuh untuk menyelesaikan ini."

Financial Times melaporkan setelah tweet Zhu itu, perusahaan pemberi pinjaman kripto BlockFi dan Genesis juga telah melikuidasi beberapa posisinya di 3AC. 3AC telah meminjam dari BlockFi tetapi tidak dapat memenuhi margin call. Margin call sendiri merupakan istilah yang terjadi saat broker, akan memberitahukan pemegang posisi untuk melakukan penambahan modal atas dasar transaksi margin.

Hal yang mengerikan akan terjadi apabila sang pemegang posisi tidak mampu membayar margin call tersebut. Apabila tidak mampu membayar dana dalam kurun waktu tertentu, si broker akan melakukan penutupan terhadap seluruh posisi yang dimiliki oleh perseroan, baik melakukan penjualan pada posisi long (forced sell) ataupun pembelian pada posisi short.

3AC juga sempat memiliki eksposur ke Terra LUNA. Setelah harga LUNA anjlok beberapa waktu lalu, 3AC pun mulai bermasalah dalam memenuhi kewajibannya kepada broker-broker yang juga menjadi krediturnya.

"Situasi Terra LUNA membuat kami sangat lengah," ungkap salah satu pendiri 3AC, Davies.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT