Jangan Panik! Simak Tips Ini Saat Aset Kripto Alami Market Crash

ADVERTISEMENT

Jangan Panik! Simak Tips Ini Saat Aset Kripto Alami Market Crash

Hanifa Widyas - detikFinance
Rabu, 06 Jul 2022 20:09 WIB
Ilustrasi Bitcoin atau Investasi Kripto
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Salah satu risiko yang mungkin terjadi dalam dunia investasi adalah market crash. Market crash merupakan kondisi saat sebagian besar pasar saham mengalami bearish, atau koreksi dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga mengalami penurunan harga drastis.

Lantas apakah crypto masih merupakan investasi yang bisa Anda pilih di tahun ini? Jenis investasi crypto apakah yang dapat Anda gunakan dalam menghadapi market crash? Baca selengkapnya di bawah!

Salah satu contoh kasus market crash adalah penurunan yang terjadi pada koin Terra Luna sejak Januari 2021. Adapun pada bulan Juni lalu terjadi penurunan market cap sebesar US$ 400 miliar dan penghapusan koin Terra Luna sebesar US$ 500 juta dari pasar crypto pada Mei 2022.

Tidak berhenti sampai di situ, pada 4 Juli terjadi penurunan harga Bitcoin dari US$ 40.000 menjadi US$ 19.000. Hal tersebut membuktikan bahwa tahun 2022 ini pasar crypto sedang banyak mengalami penurunan dan market crash dapat menimpa semua aset investasi secara masif, termasuk crypto.

Contoh lain market crash crypto yang terjadi baru-baru ini adalah penurunan drastis nilai dari Bitcoin di bulan Mei 2022 dan terus mengalami penurunan di bulan Juni. Didukung adanya data mengalami penurunan sebesar 90% di tahun 2018, banyak pula yang berspekulasi bahwa aset crypto besar, seperti ETH pun dapat mengalami hal serupa. Hal yang membedakan dengan koin Luna adalah ETH dan BTC memiliki ekosistem yang lebih stabil sehingga nilainya di masa depan akan kembali naik.

Cara Menghadapi Market Crash

Investor harus memahami hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi market crash. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan bila mengalaminya:

1. Tenang dan Jangan Panik

Penurunan harga aset biasanya selalu diiringi dengan adanya rumor ataupun sentimen negatif. Hal tersebut membuat pasar menjadi panik dan segera menjual aset mereka tanpa memikirkan potensi di masa depan.

Jika terjadi penurunan aset, cobalah tenang dan menganalisis sejenak tentang apa yang sedang terjadi di pasar sehingga dapat membuat keputusan dengan kepala dingin. Dengan kemampuan mengontrol rasa panik, Anda dapat memiliki waktu lebih untuk melakukan analisis dan juga mengambil keputusan secara tepat.

2. Hindari Melakukan Panic Selling

Harga aset dapat berubah sewaktu-waktu, baik penurunan yang drastis atau bahkan meningkat pesat. Kemungkinan tersebut biasanya dapat terlihat setelah Anda melakukan analisis mendalam. Oleh sebab itu, dan lebih baik Anda menunda untuk menjual aset dengan terburu-buru. Bila memungkinkan, simpan aset Anda dan tunggu harga kembali normal.

Baca Selanjutnya >>>

3. Gunakan Dana Dingin

Jika ingin berinvestasi, pastikan Anda selalu menggunakan dana dingin. Kebanyakan orang yang panik ketika mengalami market crash adalah mereka yang menggunakan dana kebutuhan sehari-hari sebagai modal. Dengan menggunakan dana dingin, Anda juga dapat lebih tenang dalam membuat keputusan ketika berinvestasi.

Tipe Investasi saat Market Crash

Pada umumnya, dampak market crash akan lebih besar apabila Anda seorang trader dibanding tipe investor yang menggunakan opsi deposito atau pun tipe investasi lainnya. Oleh karenanya, pilihlah tipe investasi yang lebih aman dan terlindungi.

Aset Anda akan tetap berkembang jika memilih tipe investasi jangka panjang yang menjanjikan yield sehingga terlepas dari harga pasar yang anjlok. Ada beberapa jenis investasi crypto yang dapat Anda pilih untuk menghadapi market crash seperti deposito dan staking yang tersedia di crypto investment platform Tokenomy Earn. Yuk pelajari lebih detail!

a. Fixed Deposit

Instrumen keuangan dengan risiko terendah yang terdapat di Tokenomy adalah Fixed Deposit. Tidak hanya berisiko rendah, Fixed Deposit dapat membantu investor menumbuhkan aset crypto mereka dengan tingkat bunga yang tetap.

Aset cypto akan dapat berkembang terlepas dari naik turunnya harga pasar jika melakukan deposit. Hal tersebut membuatnya cocok untuk dijadikan tipe investasi jangka panjang. Deposit yang dilakukan dapat dimulai dari angka Rp 500.000 dan imbal hasil hingga 7% per tahun.

b. Staking

Staking merupakan salah satu pendapatan pasif dengan cara menyimpan dana Anda untuk berpartisipasi langsung dengan sistem validasi transaksi. Transaksi tersebut terjadi di dalam blockchain crypto dengan algoritma Proof of Stake (PoS). Pada dasarnya, Anda hanya perlu mengunci aset Anda di platform Tokenomy Earn dan mendapatkan rewards berupa bunga atau pun koin crypto bila berhasil melakukan validasi dalam sistem. Keuntungan yang didapat dari hasil penguncian aset bisa mencapai 3-5%.

c. Dual Currency Deposit

Dual currency deposit atau yang kerap disebut sebagai deposito mata uang ganda merupakan sebuah instrumen investasi derivatif dalam bidang keuangan. Deposito mata uang menggabungkan deposito pasar uang dengan opsi mata uang untuk memberikan hasil yang lebih tinggi daripada yang tersedia untuk deposit standar.

Tipe investasi satu ini tergolong ke dalam tipe investasi berisiko tinggi dan dilakukan dalam jangka pendek. Namun, yield yang didapatkan bisa mencapai lebih dari 100%. Bagi investor kripto yang ingin melakukan DCA (dollar cost averaging), tipe investasi ini adalah produk yang tepat karena investor bisa mendapatkan bunga tambahan sembari menunggu target harga beli aset kripto yang diinginkan tercapai.

Dari ketiga tipe investasi di atas, mana yang Anda pilih? Yuk, segera daftarkan diri ke Tokenomy Earn!

(fhs/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT