ADVERTISEMENT

Jurus Bos Baru OJK Cegah Pinjol Ilegal Merajalela

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 20 Jul 2022 22:47 WIB
Pinjaman online abal-abal
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru telah menyiapkan strategi mengatasi pinjaman online (pinjol) ilegal. Seperti apa strateginya?

"Terkait dengan yang ilegal juga kita akan tangani bahwa mereka itu kita lakukan upaya untuk mereka apply menjadi peer to peer lending yang legal," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers, Rabu (20/7/2022).

Dia mengatakan, perizinan pinjol akan dibuat satu tahap. Sistem perizinan ini akan berbeda dengan sebelumnya.

"Nantinya perizinan itu satu tahap, kalau dulu itu ada pendaftaran dan juga ada perizinan. Tapi kita satu tahap, tapi prosesnya perlu dilakukan sesuai dengan peraturan yang kita keluarkan," jelasnya.

Sementara, Friderica Widyasari Dewi, anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen, menjelaskan, munculkan kasus yang merugikan masyarakat pada industri jasa keuangan karena rendahnya literasi keuangan.

Berdasarkan hasil survei di 2019, tingkat literasi keuangan Indonesia baru 38%. Sementara, inkluasi keuangan telah mencapai 76%.

"Kita lihat disini gap-nya sangat besar yang ini menjelaskan kenapa banyak sekali kasus-kasus terjadi di masyarakat kita. Karena masyarakat tingkat inklusinya sudah tinggi tetapi ternyata belum paham secara benar-benar apa produk atau jasa keuangan yang mereka beli, gunakan dan sebagainya," jelasnya.

Pihaknya pun meyiapkan tiga strategi untuk mengatasi masalah ini. Pertama, melakukan program edukasi kepada masyarakat secara masif. Kedua, pengawasan market conduct.

"Ketiga peningkatan perlindungan konsumen itu sendiri baik itu melalui mekanisme pengaduan nasabah yang kita permudah, bagaimana kita memfasilitasi dan sebagainya," jelasnya.

(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT