FTX Klaim Bangkrut, CEO Langsung Mengundurkan Diri

ADVERTISEMENT

FTX Klaim Bangkrut, CEO Langsung Mengundurkan Diri

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 12 Nov 2022 16:30 WIB
Ilustrasi Kripto dan Forex
Ilustrasi/Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

FTX resmi mengajukan kondisi bangkrut kepada otoritas di Amerika Serikat. Informasi ini didapatkan dari pernyataan perusahaan yang diposting di Twitter.

Sebagai informasi, dalam pengajuan kebangkrutan, FTX mengacu pada aturan yang tidak mengharuskan menjual perusahaan. Operasional pun tetap bisa berjalan sambil memperbaiki kondisi perusahaan.

Mengejutkannya lagi, pendiri FTX Sam Bankman-Fried mengundurkan diri sebagai CEO. Posisinya digantikan oleh John J. Ray III, namun Sam akan tetap membantu proses transisi ini.

Diperkirakan 130 perusahaan yang terafiliasi dengan FTX, termasuk Alameda Research, perusahaan perdagangan kripto Bankman-Fried juga mengajukan bangkrut.

"Pembebasan segera dari Bab 11 tepat untuk memberikan Grup FTX kesempatan untuk menilai situasinya dan mengembangkan proses untuk memaksimalkan pemulihan bagi para pemangku kepentingan," kata Ray, dikutip dari CNBC, Jumat (11/11/2022).

Menurut Ray menyebut grup FTX punya aset berharga yang hanya dapat dikelola secara efektif dalam proses bersama yang terorganisir. Ray ingin memastikan setiap karyawan, pelanggan, kreditur, pihak kontrak, pemegang saham, investor, otoritas pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya bahwa FTXi akan melakukan upaya ini dengan ketekunan, ketelitian dan transparansi.

Dia menambahkan, para pemangku kepentingan harus memahami bahwa peristiwa telah bergerak cepat dan tim baru terlibat hanya baru-baru ini dan bahwa mereka harus meninjau materi yang diajukan di agenda persidangan selama beberapa hari mendatang untuk informasi lebih lanjut.

Dari valuasi US$ 32 miliar, FTX kini mengajukan bangkrut akibat likuiditas yang mengering. Nasabahnya menuntut penarikan, sementara saingannya, Binance membatalkan rencana akuisisi FTX.

Beberapa hari belakangan FTX dikabarkan mengalami kehancuran akibat jatuhnya harga aset kripto. Imbasnya harta kekayaan pemiliknya anjlok hingga 90%.

Kekayaannya yang saat ini tercatat di Bloomberg Billionaire Index adalah US$ 15 miliar. Jika menurun sebanyak 94%, hartanya diperkirakan hanya tersisa US$ 1 miliar saja. Itu artinya sebanyak US$ 14 miliar atau setara Rp 219 triliun (kurs Rp 15.700) lenyap.

Mengutip dari CNN, Kamis (10/11) dalam sehari saja, Bankman-Fried diperkirakan akan keluar dari daftar orang terkaya di dunia. Indeks Bloomberg mengasumsikan bahwa dia dan semua investor lain yang menggantungkan hartanya di kripto akan mengalami kerugian.

Mengutip dari Reuters, beberapa orang yang mengetahui masalah FTX menyebut keterpurukan perusahaan disebabkan oleh Sam Bankman-Fried. Dalam beberapa bulan terakhir ia malah sibuk menyelamatkan perusahaan kripto lainnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT