FTX Bangkrut, Bagaimana Biar Nggak Nular ke Pasar Kripto RI

ADVERTISEMENT

FTX Bangkrut, Bagaimana Biar Nggak Nular ke Pasar Kripto RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 15 Nov 2022 16:46 WIB
Ilustrasi Bitcoin atau Investasi Kripto
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Bangkrutnya bursa kripto FTX menjadi perhatian pelaku industri kripto di Tanah Air. Sebab, ambruknya bursa terbesar kedua di dunia ini akan berpengaruh pada ekosistem kripto secara global.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, isu likuiditas yang dialami FTX perlu menjadi perhatian khusus industri untuk lebih transparan agar dipercaya komunitas kripto. Sebab, keamanan aset investor dan transparansi merupakan hal yang penting.

"Likuiditas kami lebih dari 100% baik dari kripto maupun rupiah. Sebagai pelaku industri saya juga berharap tidak ada exchange di Indonesia yang jatuh karena penyalahgunaan aset nasabah ini" jelas Oscar dalam keterangannya, Selasa (15/11/2022).

Berkaca pada isu FTX, Oscar menyarankan adanya audit total kepada crypto exchange Indonesia yang sudah terdaftar di Bappebti demi transparansi dan perlindungan kepada para member.

"Audit yang dimaksud ialah audit exchange secara keseluruhan. Audit yang dilakukan oleh auditor yang paham cara blockchain berjalan jadi bukan sekadar pencatatan rupiah. Kita perlu melakukan penyamaan inventory kripto dan rupiah yang ada di orderbook dan saldo nasabah. Bukan hanya sekedar proof of reserve yang tidak berarti banyak namun juga proof of liability (yaitu jumlah total deposit member yang tercatat di dalam exchange)," jelasnya.

"Selaku pelaku industri, saya menyarankan semua exchange di Indonesia berbuat hal yang sama, dan menyarankan pihak regulator dalam hal ini Bappebti untuk mewajibkan semua exchange untuk melakukan audit serupa," sambungnya.

Dengan adanya audit secara keseluruhan, saldo member dari setiap exchange bisa dicocokkan dengan proof of reserve dari exchange tersebut baik dari nominal rupiahnya maupun jumlah kriptonya.

"Saya juga berharap Bappebti dapat segera memberikan aturan baru yang meminta exchange menunjukkan hasil audit ini dan dilakukan reguler tiap hari kalau perlu. Dengan adanya laporan terbuka ini, harapannya semua orderbook, saldo member dan inventory akan match dan semuanya ada di Indonesia. Dengan semua inventory ada di Indonesia, saya yakin member akan terlindungi," jelasnya.

"Jangan sampai orderbook-nya di negara ini, saldonya ada di third party dan inventory yang ada di Indonesia-nya sendiri malah ternyata cuma kecil banget. Jangan sampai inventory tidak match antara yang ada di orderbook dengan yang dilaporkan karena berpotensi menjadi chaos di kemudian hari," jelas Oscar.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT