Penjelasan Lengkap Eks Petinggi OVO yang Diduga Siksa Anak dan Istri

ADVERTISEMENT

Penjelasan Lengkap Eks Petinggi OVO yang Diduga Siksa Anak dan Istri

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 20 Des 2022 16:31 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Video viral memperlihatkan kekerasan pada anak di bawah umur viral di media sosial. Pelaku diduga bernama Rajen Indrajana Sofiandi yang merupakan eks petinggi OVO.

Buntut viralnya video tersebut, pelaku memberi penjelasan. Menurutnya kasus ini sudah ditangani kepolisian.

"Sebetulnya hal ini sudah ditangani pihak kepolisian dan saya sudah bertemu dengan pihak kepolisian," katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (20/12/2022).

Menurutnya, video saja tidak cukup menjadi barang bukti. Ia mengatakan video itu menunjukkan seorang ayah yang sibuk menerima laporan karena anaknya bermain video game saat sekolah online.

"Video saja tidak cukup sebagai bukti karena sebetulnya video itu lebih dari ayah yang sedang sibuk menerima laporan dari si ibu yang justru memprovokasi supaya memarahi anak karena anaknya malah main game saat sekolah online," jelasnya.

Rajen menyebut setelah video viral itu itu dibuat, anaknya tetap melanjutkan sekolah dan tidak ada masalah apa pun.

Rajen mengklaim videonya memarahi anak-anaknya dimaatkan si ibu untuk memeras karena perceraian. Adapun saat ini, ia menyebut kondisi anaknya baik-baik saja, dan ia tetap mengantarkan mereka ke sekolah.

"Anak-anak semua baik-baik, malah saya masih mengantar mereka sekolah sampai terakhir saya memutuskan keluar dari rumah. Saya masih memenuhi kebutuhan bulanan mereka lebih dari Rp 50 juta sebulan. Namun buat sang ibu tidak pernah cukup," tuturnya.

Adapun video tersebut dibuat tahun lalu saat sekolah masih berjalan online. Ia menyebut ibu dari anak-anaknya tidak terima karena bercerai.

"Ibu mereka tidak terima bercerai dengan saya, apartment rumah, mobil 2 sudah dikuasai dia namun tidak pernah puas," tuturnya.

Ia menyebut secara kasus posisinya belum terbukti bersalah. Rajen dan kuasa hukumnya berencana melaporkan pencemaran nama baik berdasarkan UU ITE, dan kasus penggelapan mobil.

"Karena secara kasus posisi saya belum terbukti bersalah. Lawyer saya berencana melaporkan pencemaran nama baik berdasarkan UU ITE, dan penggelapan mobil saya yang satu karena disembunyikan yang bersangkutan padahal dibeli setelah bercerai," ungkapnya.

Ia mengaku telah pisah rumah sejak September. Setelah keluar dari rumah anak-anaknya berada dalam kondisi baik.

Rajen menyebut masih membiayai pendidikan anak-anaknya, termasuk makan, tempat tinggal, laundry, kendaraan dan lainnya.

(Ilyas Fadilah/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT