×
Ad

Transaksi Futures Kripto Global Tembus Rp 3.357 T

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2026 17:26 WIB
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime, menilai pasar derivatif aset kripto di Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang cukup signifikan. Secara global berdasarkan data Britannica, volume perdagangan perpetual futures tercatat lebih dari US$ 187 miliar atau sekitar Rp 3.357 triliun (kurs Rp 17.954) per hari pada 2025.

Volume perdagangan futures tercatat naik 10 kali lipat dibandingkan perdagangan spot pada periode tertentu. Hal ini menunjukkan besarnya potensi pasar derivatif dalam ekosistem aset digital.

Sementara berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 23,01 triliun pada Mei 2026, dengan dominasi terbesar pada perdagangan spot. Meski demikian, pasar futures Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar.

Dengan jumlah investor aset kripto Indonesia yang mencapai 22 juta, perkembangan pasar derivatif berpotensi membuka ruang baru bagi ekosistem aset digital domestik. Pertumbuhan volume perdagangan, jumlah pengguna, peningkatan literasi, dan pemahaman risiko akan menjadi faktor penting dalam membentuk pasar derivatif Indonesia yang sehat dan berkelanjutan.

"Kami melihat pasar futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang. Seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar, futures berpotensi menjadi bagian yang semakin penting dalam ekosistem perdagangan aset digital nasional," ujar Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/7/2026).

Sementara berdasarkan aktivitas pengguna Bittime Futures, tercatat pengguna dengan modal relatif kecil hingga trader dengan volume transaksi mencapai jutaan dolar AS. Dalam periode beta, terdapat pengguna dengan modal awal di bawah US$ 500 yang menghasilkan volume perdagangan hingga puluhan ribu dolar AS.

Aset yang paling banyak diperdagangkan di Bittime mencakup BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Data tersebut mencerminkan minat futures yang mulai digemari trader dengan karakter yang beragam.

Ryan menegaskan hasil perdagangan individual tidak mencerminkan potensi keuntungan pengguna lain, mengingat futures memiliki risiko tinggi dan penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan maupun
kerugian.

Ryan menambahkan, salah satu karakteristik futures adalah fleksibilitas strategi dalam menghadapi berbagai kondisi pasar. Berbeda dengan perdagangan spot, futures memungkinkan trader mengambil posisi jangka panjang ketika memperkirakan harga akan naik atau jangka pendek ketika memperkirakan harga akan turun, berdasarkan analisis dan strategi masing-masing.

"Futures memberikan ruang bagi trader untuk menerapkan strategi berdasarkan analisis dan kondisi pasar, baik ketika harga bergerak naik maupun turun. Namun, peluang tersebut tetap harus diimbangi dengan pemahaman produk dan manajemen risiko yang baik," pungkasnya.




(ahi/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork