×
Ad

Transaksi Kripto RI Tembus Rp 28,58 T

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2026 13:59 WIB
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan nilai transaksi aset kripto menjadi Rp 28,58 triliun hingga bulan Juni 2026. Angka ini meningkat 24,20% dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat Rp 23,01 triliun.

Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital juga meningkat 1,32% mtm menjadi 22,69 juta akun pada Juni 2026. Pertumbuhan ini dianggap mencerminkan kematangan ekosistem pasar kripto di Indonesia.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai pertumbuhan ekosistem pasar kripto mencerminkan minat masyarakat terhadap aset digital. Hal ini sejalan upaya otoritas memperkuat regulasi sebagai fondasi pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

"Pertumbuhan transaksi dan jumlah konsumen menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital di Indonesia terus meningkat. Di saat yang sama, regulasi dan pengawasan yang semakin kuat dapat memberikan kepastian bagi pelaku industri dan investor, sekaligus membangun fondasi yang lebih sehat bagi pertumbuhan pasar," ujar Ryan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2026).

Ryan menilai, fungsi pengawasan OJK memberi kepastian bagi pelaku industri sekaligus memperkuat aspek perlindungan konsumen. Dari sisi global, sentimen pasar aset kripto turut dipengaruhi oleh implementasi penuh regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Eropa sejak 1 Juli 2026.

Pelaku pasar juga masih menanti regulasi aset digital di Amerika Serikat (AS), khususnya Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) yang diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi industri tersebut. Sementara di Indonesia, penguatan regulasi terus berlanjut melalui revisi UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

"Pada semester kedua 2026, pasar aset kripto masih akan menghadapi dinamika dari kondisi makroekonomi dan geopolitik global. Karena itu, investor perlu mencermati perkembangan pasar secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga dalam jangka pendek," ujar Ryan.

Indonesia kini semakin beragam. Hal ini terlihat dari tingginya aktivitas perdagangan pada kategori AI Stocks, dengan NVDAX, SPCXX, dan TSLAX mencatat volume perdagangan tertinggi. Sementara di kategori meme token, TUT, KOMA, dan BABYSHARK menjadi aset yang paling banyak diperdagangkan.

"Pertumbuhan industri bukan hanya mengenai peningkatan transaksi, tetapi juga bagaimana ekosistem dapat menyediakan akses yang semakin beragam dengan tetap mengedepankan kepatuhan, transparansi, dan edukasi investor," tutupnya.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork