Foto Bisnis

Memilah Sampah Menjadi Emas

Pool - detikFinance
Sabtu, 15 Agu 2020 16:21 WIB

Jawa Tengah - Program Sadimas yang mengajak warga memilah dan menjual sampah anorganik diluncurkan di Kudus. Hasil penjualan akan dikonversikan jadi investasi tabungan emas.

Pekerja menimbang sampah plastik di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST),  di Desa Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (15/8/2020). Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) setempat dengan PT Pegadaian meluncurkan program Sadimas (Sampah Menjadi Emas) yaitu mengajak warga untuk memilah dan menjual sampah anorganik kemudian hasil dari penjualan tersebut dikonversikan menjadi investasi tabungan emas. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp.

Warga memilah sampah plastik di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Desa Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (15/8/2020). Yusuf Nugroho/Antara Foto.

Pekerja menimbang sampah plastik di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST),  di Desa Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (15/8/2020). Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) setempat dengan PT Pegadaian meluncurkan program Sadimas (Sampah Menjadi Emas) yaitu mengajak warga untuk memilah dan menjual sampah anorganik kemudian hasil dari penjualan tersebut dikonversikan menjadi investasi tabungan emas. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp.

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) setempat dan PT Pegadaian telah meluncurkan program Sadimas (Sampah Menjadi Emas) dengan mengajak warga untuk memilah dan menjual sampah anorganik. Nantinya hasil penjualan tersebut dikonversikan menjadi investasi tabungan emas. Yusuf Nugroho/Antara Foto.

Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus membuat terobosan untuk mengelola sampah. Di Kudus sampah bisa diinvestasikan menjadi emas melalui tabungan emas.

Dinas PKPLH Kabupaten Kudus membuat terobosan untuk mengelola sampah. Di Kudus sampah bisa diinvestasikan menjadi emas melalui tabungan emas. Dian Utoro Aji/detikcom.

Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus membuat terobosan untuk mengelola sampah. Di Kudus sampah bisa diinvestasikan menjadi emas melalui tabungan emas.

Kepala Dinas PKPLH Kudus Agung Karyanto mengatakan bahwa masyarakat memiliki keuntungan ekonomis dengan mengelola sampah tersebut. Karena sampah yang dikelola bisa diinvestasikan berupa emas. Dian Utoro Aji/detikcom.

Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus membuat terobosan untuk mengelola sampah. Di Kudus sampah bisa diinvestasikan menjadi emas melalui tabungan emas.

Sampah anorganik dijual ke pengepul. Dari situ warga mendapatkan uang. Sedangkan sisa sampah dibuang ke TPA Tanjungrejo. Dian Utoro Aji/detikcom.

Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus membuat terobosan untuk mengelola sampah. Di Kudus sampah bisa diinvestasikan menjadi emas melalui tabungan emas.

Tidak hanya memiliki nilai ekonomi, pemilahan sampah yang kemudian ditukar menjadi rekening emas juga dapat mengurangi penumpukan sampah di TPA Tanjungrejo Kudus. Karena 40% dijual kembali dan 60 persen sampah dikirim ke TPA Tanjungrejo. Dian Utoro Aji/detikcom.

Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus membuat terobosan untuk mengelola sampah. Di Kudus sampah bisa diinvestasikan menjadi emas melalui tabungan emas.

Kepala Dinas PKPLH Kudus Agung Karyanto mengatakan, dari pihaknya juga telah bekerja sama dengan agen-agen keuangan di Kudus. Tercatat ada sebanyak 400 titik pembayaran tabungan emas. 

Memilah Sampah Menjadi Emas
Memilah Sampah Menjadi Emas
Memilah Sampah Menjadi Emas
Memilah Sampah Menjadi Emas
Memilah Sampah Menjadi Emas
Memilah Sampah Menjadi Emas
Memilah Sampah Menjadi Emas