Foto Bisnis

RI Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, Begini Alasannya

detikcom - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2020 13:48 WIB

Jakarta - BPS mengumumkan telah terjadi deflasi selama tiga bulan berturut-turut, yaitu sebesar 0,10% pada Juli, 0,05% pada Agustus, dan 0,05% di September 2020.

Aktifitas di Pasar Perbatasan

Warga Negara Timor Leste melintasi sungai menuju Pasar Turiskain, Atambua, Jumat (01/04/2017). Pasar yang buka setiap hari Jumat ini menberikan daya pikat untuk warga negara Timor Leste dan WNI bertransaksi jual beli. Grandyos Zafna/detikcom

-. Beberapa warga Timor Leste bertransaksi dengan pedagang WNI dengan menggunakan mata uang dollar.

-. Pasar ini beroperasional hanya pada hari Jumat dari jm 7 hingga 11 siang WIT. 

-. Jika sungai sedang meluap, para warga negara timor leste tidak dapat menyebrang ke pasar turiskain.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan terjadinya deflasi selama dua bulan berturut-turut menandakan daya beli masyarakat atau tingkat konsumsi rumah tangga melemah dan butuh waktu untuk kembali ke titik normal. Pradita Utama/detikcom

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya inflasi 0,55% di Juni 2019. Penyumbang inflasi terbesar adalah naiknya harga makanan di selama Lebaran.

Suhariyanto mengatakan untuk inflasi tahunan, pada bulan September kemarin inflasi tahunan 1,42% atau naik dibanding posisi Agustus yang sebesar 1,32%. Pradita Utama/detikcom  

Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi selama November 2019 sebesar 0,14%. Kenaikan harga bawang ikut memicu inflasi sepanjang bulan ini.

Berdasarkan komponennya, deflasi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,37% dengan andil 0,09%. Deflasi Agustus didominasi oleh penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras dengan andil 0,04%. Rifkianto Nugroho/detikcom  

Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi selama November 2019 sebesar 0,14%. Kenaikan harga bawang ikut memicu inflasi sepanjang bulan ini.

Kemudian ada penurunan harga bawang merah dengan andil 0,02% dan beberapa jenis sayuran seperti tomat serta cabai rawit masing-masing 0,01%. Rifkianto Nugroho/detikcom  

PSBB ketat mulai berlaku di DKI Jakarta untuk menekan laju penularan virus Corona. Sejumlah transportasi massal seperti MRT juga melakukan penyesuaian.

Selain itu, kelompok transportasi juga deflasi 0,33% dan sumbangannya ke deflasi sebesar 0,04%. Grandyos Zafna/detikcom  

Sejumlah warga menunggu bus pulang ke kampung halaman. Tak sedikit warga yang melakukan mudik agar dapat merayakan Idul Adha bersama keluarga.

Komoditas yang dominan untuk kelompok ini ada penurunan tarif angkutan udara andilnya 0,04%. Pradita Utama/detikcom  

Siswi SMP Negeri 2 Kudus Issabell Carolline Aryadi (13) terpaksa melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) di sekolah sendirian, Senin (14/9/2020).

Sementara, masih ada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, paling tinggi kelompok pendidikan yang inflasi 0,62%, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,25%. Dian Utoro Aji/detikcom  

Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terus dilakukan. Di Jakarta Selatan, masih ada 38 bidang di daerah Cipete yang masih dalam proses pembebasan.

Kemudian diikuti oleh perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,15%. Grandyos Zafna/detikcom  

RI Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, Begini Alasannya
RI Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, Begini Alasannya
RI Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, Begini Alasannya
RI Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, Begini Alasannya
RI Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, Begini Alasannya
RI Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, Begini Alasannya
RI Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, Begini Alasannya
RI Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, Begini Alasannya