Foto Bisnis

Nasib Warteg Jabodetabek di Ujung Tanduk Akibat Pandemi Corona

Rifkianto Nugroho - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 19:39 WIB

Jakarta - Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar di sektor ekonomi. Tak sedikit warteg yang terancam tutup akibat omzet anjlok hingga harga bahan pokok naik.

Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar di sektor ekonomi. Tak sedikit warteg yang terancam tutup akibat omzet anjlok hingga harga bahan pokok naik.

Seorang warga tengah menyantap makanan di salah satu Warteg yang berada di kawasan Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar di sektor ekonomi. Tak sedikit warteg yang terancam tutup akibat omzet anjlok hingga harga bahan pokok naik.

Pandemi COVID-19 turut memberi dampak kepada para pelaku usaha Warteg.

Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar di sektor ekonomi. Tak sedikit warteg yang terancam tutup akibat omzet anjlok hingga harga bahan pokok naik.

Berbagai upaya pun dilakukan agar usaha Warteg mereka dapat tetap bertahan di masa pandemi virus Corona seperti saat ini.

Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar di sektor ekonomi. Tak sedikit warteg yang terancam tutup akibat omzet anjlok hingga harga bahan pokok naik.

Kondisi sulit di masa pandemi seperti saat ini mengakibatkan sejumlah Warteg tutup akibat tak mampu bertahan di masa pandemi.

Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar di sektor ekonomi. Tak sedikit warteg yang terancam tutup akibat omzet anjlok hingga harga bahan pokok naik.

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan ada sekitar 20.000 Warteg di Jabodetabek yang akan tutup operasional pada tahun ini akibat dampak COVID-19.

Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar di sektor ekonomi. Tak sedikit warteg yang terancam tutup akibat omzet anjlok hingga harga bahan pokok naik.

Ada sejumlah alasan yang mengakibatkan puluhan ribu Warteg di kawasan Jabodetabek terancam tutup, diantaranya omzet yang anjlok hingga 90% selama pandemi hingga harga bahan pokok yang mengalami kenaikan harga.

Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar di sektor ekonomi. Tak sedikit warteg yang terancam tutup akibat omzet anjlok hingga harga bahan pokok naik.

Sebanyak 20.000 Warteg di Jabodetabek yang akan gulung tikar itu karena tidak bisa memperpanjang sewa tempat.

Nasib Warteg Jabodetabek di Ujung Tanduk Akibat Pandemi Corona
Nasib Warteg Jabodetabek di Ujung Tanduk Akibat Pandemi Corona
Nasib Warteg Jabodetabek di Ujung Tanduk Akibat Pandemi Corona
Nasib Warteg Jabodetabek di Ujung Tanduk Akibat Pandemi Corona
Nasib Warteg Jabodetabek di Ujung Tanduk Akibat Pandemi Corona
Nasib Warteg Jabodetabek di Ujung Tanduk Akibat Pandemi Corona
Nasib Warteg Jabodetabek di Ujung Tanduk Akibat Pandemi Corona