ADVERTISEMENT

Foto Bisnis

Perluasan Pabrik Refinery Mineral Pertama di RI, Bisa Olah 3,3 Juta Ton Konsentrat

Pool - detikFinance
Sabtu, 19 Feb 2022 19:20 WIB

Gresik - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan groundbreaking perluasan pabrik refinery mineral di Gresik. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama perluasan pabrik PT Smelting di Kabupaten Gresik, Jatim. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 persen dari kapasitas sebelumnya, Sabtu, (19/2/2022).
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan groundbreaking proyek perluasan PT Smelting yang menjadi pabrik refinery mineral pertama Indonesia di Gresik, Sabtu (19/2/2022).  Dok. Kemenko Perekonomian RI
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama perluasan pabrik PT Smelting di Kabupaten Gresik, Jatim. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 persen dari kapasitas sebelumnya, Sabtu, (19/2/2022).
Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam hilirisasi produk mineral dan batubara (minerba) terutama ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah. Selain itu juga menjadi sumber penerimaan negara serta untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta ekspor, termasuk menghasilkan bahan baku energi bersih. Dok. Kemenko Perekonomian RI
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama perluasan pabrik PT Smelting di Kabupaten Gresik, Jatim. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 persen dari kapasitas sebelumnya, Sabtu, (19/2/2022).
Saat ini Indonesia memiliki cadangan bijih tembaga sebesar 3,1 miliar ton dengan tingkat produksi sebanyak 100 juta ton per tahun. Cadangan bijih tembaga tersebut diperkirakan akan habis dalam 30 tahun apabila tidak ada tambahan cadangan baru. Oleh karenanya peningkatan nilai tambah bijih tembaga sangat diperlukan, baik dengan pembangunan pabrik baru atau ekspansi pabrik yang ada untuk ekstraksi tembaga. Dok. Kemenko Perekonomian RI
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama perluasan pabrik PT Smelting di Kabupaten Gresik, Jatim. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 persen dari kapasitas sebelumnya, Sabtu, (19/2/2022).
Airlangga mengatakan, dengan ekspansi di pabrik refinery mineral pertama di Indonesia ini, ada 3,3 juta ton konsentrat yang nantinya akan di olah, sehingga Gresik menjadi sentra dari hilirisasi tembaga. Ke depannya dengan renewable energi, electric vehicledan solar panel seluruhnya membutuhkan tembaga. Oleh karena itu, hilirisasi produk turunannya perlu untuk terus didorong, terutama untuk kebutuhan memproduksi produk elektronik. Dok. Kemenko Perekonomian RI
Perluasan Pabrik Refinery Mineral Pertama di RI, Bisa Olah 3,3 Juta Ton Konsentrat
Perluasan Pabrik Refinery Mineral Pertama di RI, Bisa Olah 3,3 Juta Ton Konsentrat
Perluasan Pabrik Refinery Mineral Pertama di RI, Bisa Olah 3,3 Juta Ton Konsentrat
Perluasan Pabrik Refinery Mineral Pertama di RI, Bisa Olah 3,3 Juta Ton Konsentrat

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT