Follow detikFinance
Senin 12 Jun 2017, 10:42 WIB

Pelni Kaji Pengadaan Kapal Buatan Jerman

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Pelni Kaji Pengadaan Kapal Buatan Jerman Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Jakarta - PT Pelni (Persero) mengkaji pengadaan kapal penumpang dari perusahaan galangan kapal Jerman, Meyer Werft. Kesepakatan pengadaan kapal Pelni oleh perusahaan galangan kapal asal Jerman dilakukan pada April 2016 silam.

Meyer Werft merupakan produsen kapal yang ahli membuat kapal selam, kapal feri, kapal pesiar, maupun juga kapal kontainer untuk membawa logistik.

"Kita hanya ditanya mengenai pengadaan kapal penumpang yang dari Meyer, Jerman desain sama usulan harganya masih terlalu tinggi. Jadi kita harus evaluasi kembali dengan harga feasible yang kita hitung," kata Direktur Utama Pelni, Elfien Guntoro di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).

Meyer Werft menawarkan pengadaan kapal penumpang kepada Pelni seharga 70 juta euro yang menurut Elfien terbilang tinggi. Pelni hanya mungkin membeli kapal penumpang dari perusahaan galangan kapal Jerman tersebut senilai 50 juta euro.

"Sementara ini usulan mereka paling sedikit 70 juta euro tapi hitungan feasible kami secara komersil hanya 50 juta euro. Memang kapalnya kapal bagus terlalu bagus kaya kalau Mercy dipakai angkot kan enggak masuk kapalnya, harusnya bukan kapal itu," kata Elfien.

Elfien menambahkan, pihaknya tengah mencari alternatif pengadaan kapal dari galangan kapal negara lain atau galangan kapal dalam negeri dengan harga yang lebih terjangkau. Sehingga biaya operasional kapal bisa tertutupi dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

"Apa kita coba dari galangan dari negara lain atau kerja sama dengan dalam negeri supaya kapal yang kira peroleh masih memenuhi standar spesifikasi segala macam tapi tetap feasible dioperasikan di Indonesia karena tarif kita di dalam negeri masih rendah dibandingkan harga kapal," tutur Elfien.

Sedikitnya ada 3 kapal baru yang akan diajukan pengadaannya oleh Pelni di mana satu di antaranya rencananya dipesan dari Jerman. 3 kapal tersebut nantinya akan menggantikan kapal Pelni yang sudah berusia lebih dari 30 tahun.

"Rencana ini sementara kemarin Meyer masih 1 tapi ada 3 kapal kita evaluasi karena umur di atas 30 tahun. Kita evaluasi kembali tahapan-tahapan penggunaan kapal," tutup Elfien. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed