Follow detikFinance
Selasa 04 Jul 2017, 13:25 WIB

Petani Tebu Ingin Lelang Gula Rafinasi Cepat Direalisasikan

Muhammad Idris - detikFinance
Petani Tebu Ingin Lelang Gula Rafinasi Cepat Direalisasikan Gula Rafinasi (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Maraknya perembesan gula rafinasi ke pasar tradisional membuat pemerintah harus memutar otak. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan memberlakukan sistem lelang dan penggunaan barcode elektronik (e-barcode).

Sayang, meski payung hukumnya sudah terbit, namun kebijakan ini belum bisa dijalankan karena masih terhambat adanya penolakan dari sejumlah kalangan.


Sekjen DPN Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia ( APTRI) M Nur Khabsin mengatakan, kebijakan ini sangat baik untuk memperbaiki sistem tata kelola pengadaan gula nasional. Sehingga menurutnya, tak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk menunda pelaksanaan kebijakan ini.

"Melalui barcode system bisa dilacak produsen, pembeli bahkan distribusinya. Jadi aneh jika ada pihak yang menentangnya," ujar Khabsin dalam keterangan tertulis, Selasa (4/7/2017).

Perlu diketahui, dengan menggunakan sistem lelang, pengadaan gula rafinasi bisa lebih transparan. Harga gula yang diperoleh lebih wajar dan ada kepastian pelaku usaha di berbagai lapisan bisa memperoleh gula rafinasi yang dibutuhkan.


Pasalnya, tanpa sistem lelang, selama ini ketersediaan gula rafinasi lebih banyak dikuasai industri besar. Sistem penyaluran yang tidak transparan, membuat pelaku industri di level Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sulit mendapat pasokan ini.

Di sisi lain, banyak temuan adanya rembesan gula rafinasi ke pasar tradisional yang dilakukan oknum pengusaha. Hal ini mengakibatkan terganggunya harga gula di pasar tradisional. Petani tebu pun dirugikan karena harga gula yang mereka hasilkan ikut anjlok di pasaran.

Sehingga, kebijakan pemerintah yang akan menerapkan sistem lalelang untuk pengadaan gula rafinasi dianggapnya sangat tepat untuk memberantas terjadinya rembesan gula rafinasi di pasar.

"Kebijakan tersebut dibuat untuk memerangi mafia gula, maka saya curiga, pihak yang menentang adalah bagian dari mafia gula rafinasi," tandas dia. (idr/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed