Follow detikFinance
Rabu 17 Jan 2018, 11:54 WIB

Alasan Jokowi Pertahankan Airlangga di Kabinet Kerja

Hendra Kusuma - detikFinance
Alasan Jokowi Pertahankan Airlangga di Kabinet Kerja Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait dengan posisi Airlangga Hartarto yang tetap menjabat Menteri Perindustrian di jajaran Kabinet Kerja, walaupun merangkap sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar).

Jokowi menilai, Airlangga Hartarto merupakan sosok yang sudah menguasai konsep industri nasional.

"Kita lihat dan memang di Kemeterian Perindustrian Pak Airlangga itu betul-betul menguasai dan mengerti betul. Yang berkaitan dengan baik mengenai makro, konsep makro industri di negara kita, menyiapkan strategi industri hilirisasi ke depan seperti apa," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Airlangga sendiri cukup lama bergelut di Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan mitra kerja dari Kementerian Perindustrian.

Jokowi sendiri tidak ingin mengambil risiko untuk menggantikan sosok Airlangga di Kementerian Perindustrian, mengingat waktu pemerintahan kabinet kerja tinggal menyisakan satu tahun hingga 2019.

"Ini kan tinggal berapa, tinggal satu tahun saja sudah praktis ini kita. Kalau ditaruh orang baru, ini belajar ini paling enggak enam bulan, kalau enggak cepat bisa setahun untuk menguasai itu," jelas dia.

Oleh karena itu, Mantan Wali Kota Solo ini berharap kepada Airlangga Hartarto untuk benar-benar mengawal sektor industri disisa waktu pemerintahan kabinet kerja.

"Jangan sampai tinggal waktu seperti ini kita ubah dan yang baru bisa belajar bisa belajar lebih, ini kementerian yang juga tidak mudah," tukas dia.


Presiden Jokowi baru saja melantik Idrus Marham sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang mundur untuk menyalonkan diri sebagai Calon Gubernur Jawa Timur. Lalu, mengangkat Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menggantikan Teten Masduki.

Selain itu, orang nomor satu di Indonesia ini juga melantik Marsekal Yuyu Sutisna menjadi KSAU dan Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menggantikan almarhum KH Hasyim Muzadi.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed