Follow detikFinance
Selasa, 23 Jan 2018 10:12 WIB

Ragam Cara Pengujian SNI Pada Mainan Anak

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Jakarta - Kementerian Perindustrian menyebutkan semua barang impor yang masuk ke dalam negeri sesuai aturan yang berlaku dikhususkan untuk wajib memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal itu agar terciptanya level of playing field atau kesetaraan serta persaingan usaha yang sehat antara produk dalam negeri dengan produk luar negeri alias impor, termasuk untuk mainan.

SNI sendiri ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Untuk mendapatkan sertifikasi SNI, suatu produk pun harus diuji terlebih dahulu di laboratorium agar dapat dipastikan bahwa produk tersebut memenuhi seluruh persyaratan mutu yang ditetapkan dalam standar.


Seperti dikutip dari akun media sosial resmi Badan Standarisasi Nasional di Facebook, Selasa (23/1/2018), setidaknya pengujian SNI pada mainan dikelompokkan dalam tiga jenis, yakni uji fisis dan mekanis, uji bakar, dan uji kimia.

Adapun uji fisis dan mekanis untuk mainan anak menyangkut pengujian terhadap sifat bahan, bentuk, ukuran, permukaan, jarak dan juga aspek mekanis yang ditambahkan pada mainan atau bagian-bagiannya, seperti engsel, pegas, tuas, dan lainnya.



Sesuai dengan SNI ISO 8124-1:2010, uji fisis dan mekanis mainan anak antara lain mencakup cara uji bagian kecil, uji aksesibilitas, uji tajam, uji runcing, uji tali, uji beban, uji kinetik, uji jatuh, uji puntir, uji tekan, uji tarik, uji pukul dan uji suara.

Sementara uji sifat mudah terbakar, diterapkan pada mainan yang memiliki resiko bahaya terbakar yang besar, seperti mainan yang dikenakan di kepala (topeng, kostum), mainan yang dapat dimasuki oleh anak seperti tenda, terowongan, dan mainan yang berisi bahan yang lembut dengan permukaan berbulu atau dari tekstil.

Sedangkan uji kimia dilakukan untuk mengetahui kandungan zat kimia berbahaya pada anak, di antaranya ftalat, dan beberapa logam berat seperti antimoni (Sb), Arsenik (As), barium (Ba), kadmium (Cd), Kromium (Cr), timbal (Pb), merkuri (Hg) dan selenium (Se). (eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed