Follow detikFinance
Rabu, 07 Mar 2018 15:03 WIB

Baja China Bisa 'Belok' dari AS ke RI? Menperin Siapkan Bea Masuk

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Ilustrasi konstruksi baja. Foto: Mukhlis Dinillah Ilustrasi konstruksi baja. Foto: Mukhlis Dinillah
Jakarta - Indonesia berpotensi kebanjiran baja yang diproduksi oleh China jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerapkan kebijakan bea masuk (BM) dengan tinggi. Sebab, beberapa waktu Trump mengatakan bahwa pemerintah AS akan meningkatkan tarif BM untuk baja hingga 25%, dan aluminium sebesar 10%.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku khawatir bila Indonesia menjadi pasar baja baru untuk China. Pasalnya Indonesia menerapkan free trade agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas.

"Produk yang biasa masuk ke Amerika akan mencari pasar baru, itu kan produk (baja) yang dikhawatirkan dari China akan melihat Indonesia sebagai pasar yang baru," kata Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Airlangga mengatakan pemerintah saat ini mempersiapkan diri menghadapi persoalan itu. Salah satu langkahnya, ialah dengan memperketat pengawasan (monitoring) barang impor bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Kesiapannya monitor barang impor kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk kami monitor jangan sampai nanti industri dalam negeri terganggu dengan ini. Apabila terjadi injury seperti yang dikatakan di Amerika, tentu kami bisa melakukan safe guard," katanya.


Selain itu, kata Airlangga, pihaknya akan memberlakukan bea masuk anti-dumping atau pengenaan bea terhadap barang impor tersebut, apabila baja dari China yang masuk sudah berlebih di Indonesia.

"Impor berlebih ada dua hal, impor lebih dengan harga yang mematikan industri nasional itu yang disebut dumping, Amerika saja memproteksi, tentu kami juga akan memproteksi Indonesia dalam negeri," katanya.

Hanya saja kata Airlangga pemberlakuan kebijakan bea masuk anti-dumping tersebut tergantung dari momentum dan melihat kondisi yang ada di lapangan.

"Konsekuensi dari bebas kan barang mudah masuk kalau barang kebanyakan masuk banjir ya kami kasih safe guard berupa bea masuk anti-dumping tergantung momentun," tuturnya.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed